Jakarta, Arina.id—Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid dinilai sebagai menteri yang paling meyakinkan saat tampil di forum internasional, termasuk dari segi kemampuan berbahasa Inggris.
Ia juga ingat responden lewat kebijakan kebijakan media sosial bagi anak menjadi salah satu kebijakan pemerintah Prabowo-Gibran.
Kedua temuan tersebut terungkap dalam survei nasional Indopol Survey yang dirilis pada 19 Oktober 2026, menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dalam kategori penampilan di forum internasional, Meutya memperoleh persentase tertinggi di antara 48 menteri Kabinet Merah Putih yang masuk dalam daftar pertanyaan survei.
Ia diikuti Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan 10,7 persen, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir sebesar 6,9 persen, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani 4,5 persen, serta Menteri Luar Negeri Sugiono sebesar 4,4 persen.
Kebijakan Medsos Anak
Dalam survei yang sama, responden diminta menyebutkan satu kebijakan pemerintah yang mereka ingat secara spontan. Hasilnya, sebanyak 5 persen responden menyebut media sosial bermanfaat bagi anak.
Angka tersebut mendekati Sekolah Rakyat yang disebut oleh 5,6 persen responden. Sementara itu, bantuan sosial dan subsidi sebesar 3 persen, ketahanan pangan 1,8 persen, serta hilirisasi dan energi sebesar 1,3 persen.
Kebijakan ancaman akses anak terhadap platform digital berisiko tinggi terkait dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Aturan tersebut dirancang untuk melindungi anak di ruang digital, termasuk dari paparan konten berbahaya, perundungan siber, penipuan berani, dan eksploitasi digital.
Meski begitu, hasil survei tersebut tidak secara langsung menunjukkan bahwa kebijakan kebijakan media sosial anak menjadi faktor yang membuat Meutya meraih penilaian tertinggi dalam kategori penampilan di forum internasional.
Masuk Dua Besar Menteri Paling Komunikatif
Selain penilaian terhadap penampilan di forum internasional, Meutya juga memperoleh 15,4 persen pilihan responden dalam kategori menteri paling komunikatif saat menjelaskan kebijakan pemerintah.
Ia berada di posisi kedua setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang memperoleh 34,8 persen. Berikutnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meraih 11,4 persen, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebesar 4,7 persen, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebesar 3,5 persen.
Indopol merekomendasikan agar visibilitas Meutya diperkuat sebagai wajah komunikasi kebijakan pemerintah melalui narasi yang lebih personal dan berbasis capaian.
Rekomendasi tersebut muncul di tengah penilaian masyarakat terhadap komunikasi pemerintah yang masih cenderung negatif. Sebanyak 56,8 persen responden menilai cara pemerintah menyampaikan kebijakan buruk, sedangkan 38,6 persen menilainya baik.
Di sisi lain, dalam kategori menteri berkinerja terbaik yang memuat lima nama, Meutya memperoleh 2,3 persen pilihan responden. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berada di posisi teratas dengan 34,2 persen, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 11,7 persen, Erick Thohir 9,2 persen, dan Bahlil Lahadalia 6,7 persen.
Metode Survei
Survei Indopol dilakukan secara berani terhadap 1.000 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah yang memiliki akses internet dan tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Pengumpulan data berlangsung pada tanggal 13–17 Oktober 2026 menggunakan kuesioner terstruktur berisi 18 pertanyaan. Sampel direkrut melalui iklan digital, jaringan koordinator provinsi, dan panel responden Indopol dengan metode kuota sampling berdasarkan provinsi, jenis kelamin, dan kelompok usia.
Karena menggunakan sampel nonprobabilitas, survei ini tidak menghitung margin of error secara statistik. Indopol menyebut angka sekitar ±3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen sebagai pembanding untuk sampel acak sederhana dengan 1.000 responden, bukan sebagai margin of error survei ini.
Editor: Suci


