Jakarta, Arina.id–Pemerintah Kerajaan Arab Saudi berencana mendirikan gedung Lembaga Pendidikan Bahasa Arab Khadim al-Haramain al-Syarifain Raja Abdullah bin Abdulaziz di Banda Aceh sebagai upaya memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan.
Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, menyampaikan harapannya agar pusat studi Bahasa Arab di Banda Aceh dapat semakin mempererat hubungan kerja sama pendidikan antara kedua negara.
"Saya berharap pembangunan gedung lembaga Pendidikan Bahasa Arab Khadim al-Haramain al-Syarifain Raja Abdullah bin Abdulaziz di Banda Aceh menjadi pendorong utama kerja sama di sektor pendidikan dan budaya antara kedua negara yang bersahabat," ujar Faisal, dikutip dari Antara.
Faisal menjelaskan, proyek tersebut merupakan instruksi langsung dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman Al Saud, serta diharapkan memberi dampak positif sebagai wujud kontribusi nyata dalam memperkuat hubungan bilateral.
"Hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi saat ini terus mengalami kemajuan dan itu sesuai dengan keinginan dari kedua pemimpin negara untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkannya ke level strategis di semua bidang, politik, ekonomi, dan budaya," tuturnya.
Ia menambahkan, pembangunan ini menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam memberikan perhatian dan dukungan bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
"Indonesia adalah negara yang penduduknya mayoritas Muslim dan perhatian terhadap Bahasa Arab dan tentang keislaman sangat tinggi sekali dan karena itulah kerajaan menetapkan pusat studi (di Aceh)," katanya.
Proyek yang digarap melalui kolaborasi antara Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) dan Universitas Imam Muhammad bin Saud tersebut memerlukan anggaran sekitar 46 juta riyal Arab Saudi atau sekitar Rp204 miliar.
Editor:


