Langkah Mitigasi di Muzdalifah untuk Kelancaran Ibadah Jemaah Haji Indonesia 2024

Langkah Mitigasi di Muzdalifah untuk Kelancaran Ibadah Jemaah Haji Indonesia 2024

Arina.id ~ Masyariq atau pihak ketiga yang menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama dalam menyiapkan layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi mengambiil beberapa langkah antisipasi yang disiapkan agar masalah Muzdalifah seperti pada musim haji tahun lalu tidak terulang.

Amin Indragiri selaku pimpinan Masyariq mengungkapkan hal itu saat menjawab pertanyaan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo pada pertemuan rombongan Menteri Agama di KJRI Jeddah, Arab Saudi, Selasa (7/5/2024).

Amin Indragiri menjelaskan sejumlah langkah antisipasi yang telah disiapkan yaitu:

  1. Tahun ini Pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan ketat dalam rangka penertiban jemaah dengan visa tidak resmi. Salah satu terobosannya adalah dengan menerapkan smart card
  2. Pintu bus pengantar jemaah haji dari hotel menuju Arafah pada 8 Zulhijjah akan disegel dengan stiker. Segel pintu tidak dibuka kecuali setelah jemaah tiba di Arafah, dan dibuka oleh keamanan umum. Jika segel terbuka sebelum masuk, maka bus tersebut tidak boleh masuk Arafah. Pihak yang melanggar ketentuan ini akan terkena denda 10 ribu riyal dan dideportasi
  3. Masyariq menyiapkan pembatas beton dan kawat setinggi dua meter sebagai pembatas jalan agar pejalan kaki tidak mengambil jalur bus Taraddudi. Masyariq juga menyiapkan 200 petugas untuk berjaga di sepanjang jalan
  4. Masyariq sedang mengajukan permohonan agar ada penambahan bus jenis city bus yang digunakan di Masyair. Bus jenis ini selain kapasitas lebih banyak, bisa 75 orang, akses keluar masuknya juga lebih mudah dan ramah lansia
  5. Ada sejumlah maktab yang tidak turun dari bus saat di Muzdalifah. Mereka akan diberangkatkan dari Arafah sekitar jam 10 atau sebelas malam menuju Muzdalifah, lalu langsung ke Mina
  6. Menyiapkan 100 bus cadangan.

Respons Menag Yaqut
Menag Yaqut Cholil Qoumas menilai positif mitigasi yang sudah disiapkan Masyariq. Menag berharap konsep mitigasi itu bisa diterapkan dengan baik saat puncak haji di Armuzna 1445 H/2024 M, tidak sebatas teori.

"Saya berharap dari konsep mitigasi yang disampaikan masyariq, pelayanan haji akan jauh lebih baik dari tahun lalu. Terima kasih beberapa hal krusial sudah diantisipasi. Namun, ini masih teori dan saya berharap ini bisa diaplikasikan dengan baik," sebut Gus Men sapaan akrabnya.

Selain itu Menag juga berharap agar Masyariq bisa menyiapkan rencana darurat dengan baik. "Sehingga, jika ada hal di luar jangkauan kita terjadi, sudah disiapkan skenario kedaruratannya," tandas Gus Men.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo