Indonesia Akan Bangun Pusat Pelatihan Olahraga Terbesar se-Asia Tenggara

Indonesia Akan Bangun Pusat Pelatihan Olahraga Terbesar se-Asia Tenggara

Jakarta, Arina.id — Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) menyatakan kesiapan menjalankan program strategis Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat prestasi olahraga nasional di pentas dunia.

Salah satu program utama tersebut adalah pembangunan kompleks pusat pelatihan atlet modern dan terintegrasi yang dirancang menjadi fasilitas terbaik di Asia Tenggara.

Pembangunan kompleks latihan atlet yang modern, berbasis sport science, dan terintegrasi ini menjadi bagian dari program strategis pemerintah dan akan segera dipercepat dalam waktu dekat.

“Saya, dan tentunya seluruh masyarakat Indonesia yang ingin melihat prestasi olahraga mendunia, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan perhatian khusus kepada bidang olahraga, dengan memasukkan rencana pembangunan kompleks fasilitas latihan atlet ke dalam program strategis pemerintah yang segera diakselerasi," kata Menpora Erick Thohir, dilansir dari laman Kemenpora, Selasa (25/11/2025).

Menurut Erick, komitmen presiden menjadi dorongan penting bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional. 

"Perhatian dan komitmen Presiden ini tentunya semakin memotivasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem olahraga prestasi untuk memberikan yang terbaik demi Merah Putih, termasuk para atlet yang setiap keberangkatannya ke berbagai event merupakan bentuk pengabdian sebagai duta bangsa," ujar Erick.

Kelengkapan sarana-prasarana serta terbentuknya ekosistem pembinaan atlet jangka panjang yang terpadu menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu, Presiden Prabowo ingin Indonesia memiliki kawasan pusat pelatihan olahraga terbesar dan terbaik se-Asia Tenggara.

"Ini artinya Pak Presiden tidak main-main dalam mengupayakan bangsa kita menjadi bangsa yang digdaya di pentas olahraga internasional. Rencana pembangunan pusat pelatihan ini ditujukan untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara," tambah Erick.

Erick menegaskan bahwa Kemenpora akan berkolaborasi dengan berbagai kementerian terkait. 

"Yang terpenting adalah kita harus bersatu untuk merencanakan dan mewujudkan ini, sehingga pembinaan berjenjang dan jangka panjang dapat dilakukan secara konsisten dan berujung pada prestasi. Ini mimpi besar kita semua," pungkasnya.

Penetapan ini merupakan bagian dari persiapan menuju Olimpiade 2028, dengan sasaran antara melalui Asian Games 2026 dan SEA Games 2027. 

Kebijakan ini didasarkan pada kajian mendalam meliputi analisis potensi kontribusi medali, rekam jejak prestasi internasional, kesiapan ekosistem pembinaan nasional, serta prospek jangka panjang yang diyakini mampu memperkuat posisi Indonesia dalam kompetisi olahraga dunia.

Adapun 17 cabang olahraga unggulan tersebut antara lain atletik, senam, renang, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan. Sebagai bagian dari tata kelola yang akuntabel, Kemenpora juga merancang mekanisme promosi–degradasi antar cabang olahraga, sehingga setiap cabor terus termotivasi untuk bersaing secara positif menjadi yang terbaik.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo