Jakarta, Arina.id - Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah daerah di Indonesia. Misalnya di wilayah barat Pulau Jawa, air bah sempat menerjang apa saja setelah hujan ekstream di kawasan Bogor, lalu turun membanjiri rumah warga Jakarta sampai Bekasi.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, menjelaskan potensi hujan lebat masih bakal terjadi hingga periode akhir Maret 2025 menjelang Idul Fitri. Oleh sebab itu saat ini pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
"Tadi saya sampaikan, jadi 10 hari terakhir Maret itu masih ada hujan. Bisa hujan lebat juga, tapi durasinya singkat, melemah dibandingkan saat ini," kata Dwikorita, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (06/03/2025).
Dwikorita menjelaskan, modifikasi cuaca sendiri sudah mulai dilakukan saat ini untuk menekan curah hujan di beberapa wilayah terdampak banjir yang menggenangi sejumlah wilayah, termasuk di Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang.
"April itu sudah mulai kemarau, jadi Insya Allah lebih baik. Kemungkinan ada cuaca ekstrem, tapi durasinya singkat. Tapi kita siapkan modifikasi cuaca seandainya terdeteksi, ekstrem itu kan bisa dideteksi," katanya menambahkan.
Modifikasi cuaca yang dilakukan pemerintah sendiri rencananya dilakukan sampai 8 Maret 2025 dan akan dihentikan ketika analisis memperlihatkan perkembangan cuaca yang lebih baik.
Namun dia memperingatkan masih ada tren peningkatan curah hujan dalam periode 11 Maret 2025 sampai dengan 20 Maret 2025. Dengan BMKG memprakirakan potensi hujan lebat atau bahkan cuaca ekstrem dalam periode tersebut.
Sebelumnya pemerintah telah memulai operasi modifikasi cuaca yang dilakukan sejak Selasa kemarin 04 sampai 08 Maret 2025. Dengan operasi tersebut maka awan hujan disemai dengan menaburkan NaCl atau garam di wilayah yang tidak berada di atas daratan atau saat sudah berada di atas daratan. Garam ditabur agar tidak semua awan itu menjadi hujan.
Editor:


