Putri Marwan Al Sultan: Rudal F 16 Israel Hantam Kamar Ayah

Putri Marwan Al Sultan: Rudal F 16 Israel Hantam Kamar Ayah

Arina.id —Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Palestina, meninggal dunia usai pasukan militer Israel menyerang kediamannya, di kawasan Tal Al-Hawa, Rabu (2/6/2025) malam. 

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza, Israel melakukan serangan ke sejumlah wilayah di Gaza. Dari data yang disampaikan total korban mencapai sembilan orang, termasuk Dr. Marwan, istri, dan anak-anaknya.

Putri dr. Marwan Al Sultan, Lubna al-Sultan, mengatakan bahwa ayahnya tewas setelah rudal Israel diarahkan langsung ke kamarnya. “Sebuah rudal F-16 menargetkan tepat di kamar beliau, tepat di tempat beliau berada, langsung mengenai beliau,” ujar Lubna dikutip dari BBC.

“Semua ruangan di rumah itu tetap utuh, kecuali kamar ayah saya, yang dihantam rudal. Ayah saya gugur di situ,” sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa ayahnya tidak berafiliasi dengan gerakan apa pun, termasuk Hamas. “Beliau hanya mengkhawatirkan para pasien yang beliau rawat selama perang ini,” ujarnya.

Dikutip dari Guardian, lembaga pemantau tenaga kesehatan atau Healthcare Workers Watch (HWW) menyebut dr. Marwan sebagai ahli kardiologi atau pakar jantung senior, salah satu dari dua ahli jantung senior yang tersisa di Gaza, dan termasuk dalam 70 tenaga medis yang gugur dalam 50 hari terakhir akibat serangan serupa.  

HWW pun menyatakan bahwa tewasnya dr. Marwan merupakan “kehilangan besar bagi sistem kesehatan”, dengan “dampak menghancurkan” bagi pasien jantung dan warga sipil Gaza.

Hamas dan pemerintah Gaza mengecam keras tindakan tersebut, menuduh Israel secara sistematis menargetkan tenaga medis dan perumahan sipil, serta mendesak tekanan internasional untuk menghentikan penargetan fasilitas kesehatan.

Marwan al Sultan dikenal sebagai direktur rumah sakit Indonesia dan membuka layanan kesehatan di Gaza Utara, yang menjadi salah satu pusat layanan medis penting di tengah blokade dan konflik Israel Palestina.

Sebagai kardiolog senior, satu dari hanya dua ahli jantung senior di Gaza, ia menangani pasien jantung kritis dalam kondisi persediaan medis yang sangat terbatas. 

Dr. Marwan secara aktif menyerukan agar pemerintah Indonesia mendesak Israel memberlakukan gencatan senjata, melalui video kepada MER C pada 19 Mei 2025.

Ia juga rutin memberikan laporan langsung kepada Al Jazeera dan MER C tentang kondisi medis di rumah sakitnya, termasuk kondisi puluhan pasien luka berat yang tidak dapat ditangani akibat keterbatasan fasilitas seperti CT scan, oksigen, dan listrik akibat serangan berulang.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 139 orang tewas dalam operasi militer Israel selama 24 jam sebelum Rabu siang.

Di wilayah al-Mawasi di Khan Younis, setidaknya lima orang tewas dan lainnya, termasuk anak-anak, terluka dalam serangan Israel yang menghantam sebuah tenda tempat pengungsian.

Keluarga korban menyatakan serangan itu terjadi pada pukul 00.40 waktu setempat saat mereka sedang tidur.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo