Israel Klaim Bunuh Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam Serangan di Lebanon

Israel Klaim Bunuh Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam Serangan di Lebanon

Arina.id — Kelompok militer Israel mengklaim telah membunuh pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam serangan udara besar-besaran di pinggiran selatan Beirut, Lebanon. Israel melancarkan serangkaian serangan pada hari Jumat yang menargetkan beberapa wilayah di seluruh kota. Meskipun demikian pihak otoritas Hisbullah belum mengeluarkan pernyataan tentang nasib Nasrallah.

"Hassan Nasrallah telah tewas," kata juru bicara militer Letnan Kolonel Nadav Shoshani mengumumkan di platform X pada Sabtu (28/9/2024). 

Shoshani menegaskan bahwa Nasrallah tewas dalam serangan di markas bawah tanah Hezbollah saat kelompok tersebut sedang "mengkoordinasikan aktivitas teroris melawan warga Israel."

Selain Nasrallah, Israel juga menyatakan telah membunuh komandan garis depan Hizbullah, Ali Karki dan sejumlah tentara lainnya. 

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan selama serangan itu, total enam orang tewas dan 91 orang terluka dalam pemboman yang menghancurkan enam gedung apartemen. Serangan udara Israel terus menghantam pinggiran selatan Beirut dan wilayah lain di Lebanon hingga Sabtu.

Nasrallah (64 tahun) adalah tokoh kunci yang memperkuat pengaruh Iran di seluruh Timur Tengah melalui kelompok bersenjata yang didirikan oleh Pengawal Revolusi Iran pada 1982. Ia telah memimpin Hezbollah selama lebih tiga dekade.

“Hassan Nasrallah menjadi tokoh sangat penting dalam politik di Timur Tengah. Ia adalah pemimpin, poros utama Iran, jika boleh saya katakan,” kata Stefanie Dekker dari Al Jazeera. “Ia benar-benar menciptakan Hizbullah menjadi pasukan yang terorganisir dan disiplin seperti sekarang ini.”

Selama kepemimpinan Nasrallah, Hizbullah terus bertransformasi dari kelompok militan lokal menjadi kekuatan regional yang signifikan. Kelompok ini telah terlibat dalam berbagai konflik di Suriah, Irak, dan Yaman, berkoordinasi dengan kepentingan Iran di kawasan.

“Ia bukan sekadar tokoh simbolis, ia adalah orang yang berada di balik pemikiran strategis, pemikiran militer,” imbuh Zeina Khodr dari Al Jazeera. “Tidak diragukan lagi ini akan menjadi kemunduran besar bagi organisasi tersebut.”

Pengaruh regional Nasrallah terlihat selama hampir setahun ketika konflik yang dipicu perang Gaza, saat Hizbullah memasuki perang terbuka dengan menembaki Israel dari Lebanon selatan untuk mendukung sekutu Palestina-nya, Hamas.

Stefanie Dekker menilai jika kematian Nasrallah benar berarti Iran akan kehilangan "aset utama di kawasan" ini.

"Hari ke depan adalah tanda tanya besar bagi kawasan ini – apa yang akan dilakukan Iran? Apakah Iran akan menanggapinya?" ujar Dekker terkait spekulasi tewasnya Nasrallah.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo