Jakarta, Arina.id - Nama Elham Yahya tengah menjadi sorotan publik setelah beredar sejumlah video dirinya di berbagai platform media sosial.
Dalam salah satu video, pendakwah muda asal Kediri itu tampak mencium pipi seorang anak perempuan, bahkan sampai memasukkan sebagian pipi anak tersebut ke dalam mulutnya atau dikokop.
Menanggapi hal itu, cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) Gus Nadirsyah Hosen menegaskan bahwa perilaku semacam ini tidak boleh dinormalisasi.
Ia menilai peristiwa tersebut justru menjadi pengingat penting dalam pendidikan tentang perlindungan anak dari pelecehan dan pedofilia terselubung.
"Peristiwa ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua. Batas tubuh anak adalah suci dan harus dihormati," ujar Gus Nadir melalui akun Instagram pribadinya, @nadirsyahhosen_official dikutip Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, tidak ada alasan religius, sosial, maupun budaya yang dapat membenarkan orang dewasa mencium, memeluk, atau menyentuh anak tanpa kepantasan terlebih jika dilakukan dengan intensitas yang mengganggu.
"Tugas kita bukan hanya melindungi, tetapi juga mendidik anak agar berani berkata tidak ketika merasa tidak nyaman, bahkan kepada figur yang dihormati," tegasnya.
Gus Nadir menambahkan, menjaga kehormatan anak adalah tanggung jawab setiap orang tua yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Ia juga mengimbau para tokoh publik agar berhenti menormalisasi perilaku semacam itu.
"Kepada tokoh publik seperti Gus yang viral, inilah saatnya berhenti dan bercermin. Menciumi anak kecil berulang kali bukan bentuk kasih sayang, melainkan pelanggaran etika, adab, dan berpotensi menjadi pelecehan," ujarnya.
Dalam kajian psikologi, lanjutnya, perilaku seperti ini bisa dikategorikan sebagai grooming behaviour yakni upaya membangun kedekatan dengan anak untuk menormalisasi kontak fisik yang tidak pantas.
"Ini berbahaya, baik bagi anak maupun bagi masyarakat yang menonton dan menirunya," kata Gus Nadir.
Ia menegaskan, Rasulullah SAW dikenal penuh kasih terhadap anak-anak, namun tidak pernah melampaui batas kesopanan. Kasih sayang beliau diwujudkan melalui doa, perhatian, dan keteladanan.
"Anak-anak bukan objek kegemasan. Mereka adalah amanah yang harus dilindungi," tuturnya.
"Pendidikan perlindungan anak dimulai dari kesadaran kita sendiri bahwa setiap bentuk pelecehan, sekecil apa pun, tidak boleh diberi ruang, baik di rumah, sekolah, maupun panggung keagamaan," pungkasnya.
Di tengah sorotan publik yang semakin besar, Elham Yahya akhirnya memberikan klarifikasi resmi melalui video yang diunggah di akun Instagram @fuadbakh23. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video tersebut.
"Saya Mohammad Elham Yahya Al-Maliki, secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan," ujarnya dalam video klarifikasi tersebut.
Editor:


