Putin Siap Berdialog dengan Donald Trump Termasuk Membahas Nuklir

Putin Siap Berdialog dengan Donald Trump Termasuk Membahas Nuklir

Arina.id -- Pihak Rusia menyatakan bahwa Presiden Vladimir Putin siap untuk melakukan dialog dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal tersebut diungkapkan oleh Dmitry Peskov selaku juru bicara Kremlin.

Dialog antara Putin dan Trump bisa membahas banyak hal, isu terkini dunia, termasuk pembahasan terkait senjata nuklir.

"Putin siap; kami menunggu sinyal... semua sudah disiapkan. Tak ada gunanya berspekulasi. Jika sudah ada kejelasan, kami akan beri tahu Anda," terang Peskov kepada pers di Moskow, Rusia, dikutip dari Antaranews, Jumat (24/1/2025).

Dmitry Peskov juga menegaskan bahwa pihak Rusia sejatinya ingin memulai proses dialog dan negosiasi sesegera mungkin, demi menciptakan stabilitas global dan kepentingan kedua negara.

Ia menambahkan dialog soal nuklir juga mesti mempertimbangkan potensi nuklir dari negara lain, seperti Prancis dan Inggris.

"Namun, kenyataan saat ini mengharuskan semua potensi nuklir, termasuk milik Prancis dan Inggris, untuk dipertimbangkan. Tidak mungkin mengabaikan kemampuan (nuklir) mereka dalam dialog," jelas Peskov.

Peskov turut mengingatkan bahwa upaya denuklirisasi dan pengendalian senjata nuklir saat ini mengalami kemunduran, sebagai imbas AS memutus kontak dengan Rusia. Peskov berpendapat tindakan AS yang menarik diri dari perjanjian internasional sebagai langkah mundur.

"Kerangka hukum yang mengatur pengendalian senjata telah hancur, dan itu bukan kesalahan Rusia. AS-lah yang menarik diri dari perjanjian internasional, yang akhirnya menghancurkan kerangka ini," tegasnya.

Jubir Kremlin tersebut juga berusaha meluruskan kembali, bahwa konflik Rusia-Ukraina terjadi karena imbas munculnya potensi ancaman terhadap keamanan nasional Rusia. Ditambah tindakan abai dari pihak Eropa dan AS terkait kekhawatiran Rusia tersebut.

Peskov juga membantah soal anggapan Trump yang sempat menyebut bahwa konflik Rusia-Ukraina ada hubungannya dengan harga minyak.

"Konflik ini bermula dari ancaman terhadap keamanan nasional Rusia, keselamatan warga Rusia yang tinggal di wilayah tertentu, dan penolakan warga Amerika dan Eropa untuk menanggapi kekhawatiran Rusia. Harga minyak tidak ada kaitannya dengan hal ini," pungkas Peskov. 

Sebelumnya pada pertengahan Desember 2024 lalu, Mike Waltz selaku Penasihat Keamanan Nasional AS yang ditunjuk oleh Donald Trump, juga sempat mengungkapkan soal rencana pembicaraan antara Trump dan Putin.

Waltz menyampaikan soal adanya rencana dialog 2 pemimpin negara besar dunia tersebut, ketika diwawancarai oleh ABC News, hari Minggu (12/1/2024).

"Jadi itu akan menjadi langkah (dialog) yang akan kami ambil, dan kami akan melanjutkannya dari sana," kata Waltz.

 


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo