Arina.id -- Pemerintah Jerman mengecam insiden debat panas antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenksyy di Gedung Putih, Washington, pada Jumat (28/2/2025) lalu. Dalam hal ini Jerman mengkritik sikap Presiden Trump.
Hal tersebut diungkapkan oleh Frank-Walter Steinmeier selaku Presiden Jerman, jelang bertolak menuju Uruguay, hari Sabtu (1/3/2024) waktu setempat.
"Saya tak akan pernah percaya bahwa suatu hari nanti kita harus melindungi Ukraina dari Amerika Serikat," ucap Frank-Walter Steinmeier, yang disiarkan oleh Kantor Berita Jerman DPA serta dikutip dari Antaranews.
Stenmeier mengecam tindakan Donald Trump yang dinilai sudah menghina lawan bicara dihadapan seluruh dunia, dalam sebuah proses diplomasi yang gagal.
Menurut Stenmeier, pemerintah Jerman bersama Eropa bakal terus berdiri di belakang Ukraina dan berpegang teguh terhadap kebebasan, demokrasi, dan keadilan.
"Kita harus mencegah Ukraina dipaksa menerima penyerahan dirinya. Karena inilah, negara kita harus memiliki pemerintahan yang kuat," imbuh Stenmeier.
Hal senada diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock. Ia melempar kritik terhadap tindakan Donald Trump, serta menyebut insiden di Gedung Putih tersebut sebagai pertanda era baru kezaliman.
"Sayangnya, ini bukan mimpi buruk, tetapi kenyataan pahit. Era baru kezaliman telah dimulai. Kita harus mempertahankan tatanan internasional yang berbasis aturan dan kekuatan hukum lebih dari sebelumnya, melawan kekuatan yang terkuat," kata Annalena Baerbock.
Baerbock menyuarakan dukungan terhadap Ukraina, serta memastikan negosiasi untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi.
"Tidak ada yang lebih membutuhkan atau menginginkan perdamaian daripada Ukraina. Upaya diplomatik AS tentu saja penting, tetapi perdamaian semacam itu harus adil dan langgeng, bukan sekadar jeda sampai serangan Rusia berikutnya," jelas Menlu Jerman tersebut.
Menlu Jerman menyerukan kepada semua negara Eropa untuk tetap berpegang teguh terhadap hukum internasional, serta memberikan dukungan untuk Ukraina.
"Kita tidak akan pernah menerima pembalikan pelaku dan korban. Karena pembalikan pelaku dan korban adalah kebalikan dari keamanan itu. Itu adalah lawan dari perdamaian dan karenanya tidak bisa menjadi kesepakatan yang baik," terang Baerbock.
"Kita orang Eropa harus bergerak maju lebih kuat dari sebelumnya dan dengan tegas membela kepentingan dan hukum internasional kita, tanpa keraguan.
"Bagi kita jelas: Kita berdiri kokoh di sisi Ukraina yang berdaulat dan bebas. Ukraina adalah bagian dari Eropa yang bebas dan demokratis," imbuhnya.
Editor:


