Arina.id, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa PBNU tengah mencanangkan inisiatif penyelenggaraan forum internasional. Forum konferensi ini rencananya akan dihadiri oleh para pemimpin agama dan pemegang wewenang keagamaan dari sejumlah negara.
"Forum ini merupakan bagian dari apa yang sudah kita mulai tahun lalu, November 2022, ketika PBNU menggelar forum yang kami sebut R20 yang merupakan forum agama-agama di dalam konteks forum G20 yang dituanrumahi oleh Indonesia pada waktu itu," kata Gus Yahya sapaan akrab Ketum PBNU dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Selasa (31/10/2023).
Gus Yahya mengatakan, para pemimpin agama yang turut hadir dalam forum R20 bersepakat untuk mengembangkan R20 menjadi satu gerakan keagamaan internasional. Berkaitan dengan meletusnya kekerasan yang terus bereskalasi di wilayah Gaza dan sekitarnya serta di tepi Barat sungai Jordan, ia menyampaikan bahwa para aktivis dari forum R20 mendorong PBNU untuk menginisaisi satu forum yang akan menjadi wahana berkonsolidasi di antara para pemimpin dan pemegang wewenang agama di berbagai belahan dunia.
Atas dorongan itu, PBNU kini memiliki satu rancangan yang konkret bagi penyelenggaraan forum keagamaan internasional. Adapun nama dari forum itu adalah "R20 International Summit of Religious Authorities". Forum ini berfokus pada peran agama dalam menyasar dan mengatasi kekerasan di Timur Tengah serta ancaman terhadap tatanan internasional yang seharusnya didasarkan atas aturan dan kesepakatan.
"Forum ini insyaAllah akan kita gelar di Jakarta pada hari Senin tanggal 27 November 2023 mendatang. Dan kami akan mengundang para pemimpin dan pemegang wewenang keagamaan di seluruh dunia, terutama para partisipan dari forum R20 yang lalu ditambah dengan sejumlah peserta yang lain," jelas Gus Yahya.
Adapun tagline dari forum ini adalah Let us unite to abolish the primordial psychical of hatred, tyranny, and violence that plagues humanity. Melalui tagline itu, forum R20 International Summit of Religious Authorities mengajak untuk bersatu untuk menghapuskan lingkaran setan primordial dari kebencian, tirani, dan kekerasan yang merundung kemanusiaan.
Gus Yahya menyampaikan bahwa pelaksanaan forum ini juga mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo. Tidak hanya itu, Presiden juga mengungkap kesediaannya untuk membuka secara resmi forum yang diinisiasi oleh PBNU ini.
"Alhamdulillah, beliau bersedia. Jadi, insyaAllah forum ini nanti akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo dan saya bersama dengan teman-teman PBNU akan bergerak berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI bagi penyelenggaraan forum ini," tuturnya.
Melalui forum ini, diharapkan lahir kesepakatan di antara para pemuka agama yang bukan hanya sekadar pernyataan atau wacana, tapi sebuah kesepakatan langkah dan strategi untuk bergerak bersama. Adapun upaya tersebut merupakan manifestasi dari iman kepada Tuhan, moralitas, dan etika universal yang dibawa oleh agama untuk mengambil langkah nyata dalam mengatasi masalah kemanusiaan.
Editor:


