Arina.id -- Google Map secara resmi mengubah penamaan Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. Namun demikian hal ini hanya berlaku untuk akses wilayah Amerika Serikat (AS). Google sebagai salah satu perusahaan teknologi dunia, mengikuti perubahan yang sudah diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Dalam hal ini Google berdalih bahwa untuk akses wilayah AS, mereka bakal mengikuti sistem informasi dan penamaan sesuai yang dimiliki oleh Survei Geologi AS.
Badan tersebut secara resmi sudah mengikuti perubahan nama yang dicanangkan oleh Presiden Trump, yakni untuk wilayah pantai timur Meksiko dan AS bagian selatan.
Akses Google Map dari wilayah AS akan memperlihatkan nama Teluk Amerika. Sedangkan akses dari wilayah Meksiko bakal tetap muncul nama Teluk Meksiko. Sementara untuk pengguna dari negara netral alias di luar kedua wilayah itu, akan muncul Teluk Meksiko dengan tanda kurung Teluk Amerika.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dalam keterangan pers pada 21 Januari 2025 lalu, menyebut bahwa perubahan nama hanya berlaku untuk landas kontinen Amerika Serikat.
"Penting untuk membaca apa yang tercantum dalam perintah tersebut. Dikatakan bahwa wilayah tersebut akan disebut Teluk Amerika di landas kontinen mereka. Dengan kata lain, apa yang sesuai dengan landas kontinen AS, mereka akan menyebutnya sebagai Teluk Amerika," kata Sheinbaum tulisSputnik-OANA yang dikutip oleh Antaranews.
"Bagi kami, hal tersebut masih merupakan Teluk Meksiko, sama seperti negara-negara lain di dunia," imbuhnya.
Sebelum itu, pada 20 Januari 2025 Presiden Donald Trump secara resmi menandatangani perintah eksekutif untuk melakukan proses pergantian nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika.
Perintah Trump menjelaskan bahwa Menteri Dalam Negeri AS mesti mengambil semua langkah yang diperlukan untuk penggantian nama tersebut, dalam tempo waktu 30 hari.
Tindakan Trump tersebut sekaligus membuktikan pernyataannya ketika menyampaikan pidato pelatikan di Capitol Rotunda, Washington DC.
Ia mengatakan bakal mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. Akan mengembalikan nama Presiden William McKinley ke Gunung McKinley, yakni puncak tertinggi di Amerika Utara.
Selain itu Trump juga berencana mengambil kembali Terusan Panama dari negara Panama. Ia berdalih pihak AS sudah menghabiskan banyak uang, tenaga, dan nyawa, ketika proses pembangunannya pada 1904-1914 dahulu. Kemudian oleh AS diserahkan kepada Panama pada 31 Desember 1999.
“Kami memberikannya kepada Panama, dan kami akan mengambilnya (Terusan Panama) kembali,” kata Trump.
Editor:


