Bekasi Timur, Arina.id—Ratusan buket bunga warna warni disertai kartu ucapan doa yang tertulis di kertas menghiasi meja area Stasiun Bekasi Timur pada Jumat, 1 Mei 2026.
"Surga yang kekal untuk perempuan-perempuan hebat,” tertulis pada bunga hias berwarna merah muda.
"Dear, Harum Anjasari; Farida Utami; Vica Aenia; Tutik Anitasari; Ida Nuraida. Gita Septia, tatmawati R.; Nur Alimantun; Arinjani Novita S.; Nur Ainia E.R; Nuryati; Nurlela; Enggar Retno; Ristuti T.; Adelia Rifani. Aku mendoakanmu agar tenang di sisi-Nya."
Lima hari sejak tragedi KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam hingga kini, karangan bunga dari para pengunjung masih terus berdatangan.
Usai memberikan bunga mereka tertunduk memanjatkan doa untuk 16 korban meninggal dunia yang seluruhnya merupakan perempuan.
Di area tangga pintu masuk dan keluar stasiun, tampak bunga-bunga yang ditaburkan, disertai tulisan “pray for all” serta lilin-lilin yang terus menyala. Pada Kamis (30/4), puluhan orang juga menggelar salat gaib dan doa bersama untuk para korban
Ratusan warga, relawan, komunitas, dan penumpang kereta turut berkumpul dalam aksi tabur bunga, penyalaan lilin, serta doa bersama sebagai bentuk empati dan penghormatan terakhir.
Anna, salah satu relawan yang hadir, mengaku terpanggil untuk datang dan menyampaikan belasungkawa. Ia berharap para korban yang selamat segera pulih, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
"Kami turut berbelasungkawa atas tragedi ini. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujarnya di lokasi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, turut menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.
"Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa takdir adalah keputusan Allah SWT,” katanya.
Kereta Api Indonesia (Persero) memperbarui data korban jiwa tragedi KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka. Dari jumlah tersebut, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Editor:


