Arina.id~ Di masyarakat berkembang pemahaman bahwa telapak tangan yang sering berkeringat dikaitkan dengan penyakit jantung seperti jantung lemah. Lalu apakah benar jika tangan berkeringat banyak merupakan tanda penyakit jantung?
Dr Ita Fajria Tamim dari Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Sampang menjelaskan bahwa tidak sesederhana itu mengaitkan tangan sering berkeringat dengan penyakit jantung.
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali ini menjelaskan bahwa pada kondisi tertentu, keringat banyak pada tangan merupakan gejala penyakit hyperhidrosis. Ini terjadi ketika kelenjar keringat lebih banyak memproduksi keringat di bagian tertentu termasuk telapak tangan.
"Hyperhidrosis ini terjadi terdiri dari dua macam yaitu primer dan sekunder hyperhidrosis primer tidak diketahui apa penyebabnya, sedangkan hyperhidrosis sekunder biasanya disebabkan oleh penyakit lain seperti penyakit jantung," ungkapnya, Jumat (15/12/2023).
Lebih lanjut ia menyebut bahwa hyperhidrosis primer terjadi pada telapak tangan, telapak kaki, maupun wajah. Sedangkan hyperhidrosis sekunder bisa terjadi di bagian tubuh manapun.
"Berkeringat sebenarnya adalah kondisi yang normal bagi tubuh kita. Tubuh kita mengeluarkan keringat sebagai respon untuk mendinginkan tubuh kita. Biasanya tubuh kita akan berkeringat dalam kondisi cuaca yang sangat panas atau juga ketika kita sedang mengalami panik, cemas, dan ketakutan," jelasnya.
"Dan itu sekali lagi, merupakan respon normal tubuh kita untuk mendinginkan tubuh," imbuh dokter penyakit dalam ini.
Lalu kenapa telapak tangan merupakan bagian tubuh yang paling banyak berkeringat? Hal ini karena dalam telapak tangan terdapat banyak kelenjar ekrim yang memproduksi keringat. Selain tangan juga terdapat banyak kelenjar di kaki maupun di kepala.
"Sehingga jika berkeringat, biasanya paling banyak muncul di tiga daerah itu," jelasnya.
Dari penjelasan ini ia mengatakan bahwa tangan yang banyak berkeringat bukanlah semata gejala penyakit jantung. Karena menurutnya, gejala pada penyakit jantung tidak hanya keringat pada tangan.
"Ada banyak gejala lain seperti misalnya kita perlu waspada kalau ada nyeri di uluh hati yang menjalar sampai ke leher sebelah kiri sampai ke tangan sebelah kiri bahkan sampai ujung jari kiri," katanya.
Sakit jantung juga biasanya disertai dengan susah bernafas atau sesak nafas, mual, muntah, dan detak jantung yang tidak berirama atau berlebihan semakin cepat.
Lalu apa saja yang membuat tangan mudah berkeringat? Ning Ita menjelaskan pertama adalah karena faktor genetik. "Artinya kalau orang tua kita memang punya jumlah kelenjar ekrin yang banyak, dalam telapak tangan kita pun cenderung memiliki hal yang sama sehingga kita juga akan lebih mudah berkeringat pada tangan kita," jelasnya.
Kedua adalah faktor usia. Faktor ini biasa ditemui pada para wanita yang menjelang masa menopause di mana mereka muncul hot flashes atau rasa hangat dari dalam tubuh yang memicu terjadinya produksi keringat secara berlebihan.
Faktor ketiga adalah hormon. Orang dengan hormon tiroid yang terlalu aktif bisa menghasilkan keringat yang berlebihan.
"Selain itu juga ada faktor emosi maupun psikis yaitu pada orang-orang yang mengalami gejala takut, kecemasan, khawatir, dan emosi yang naik turun terlalu drastis juga bisa menimbulkan keringat yang berlebihan pada tubuhnya," jelasnya.
Penyebab keringat lainnya adalah faktor penyakit diabetes terkait gula darah yang tidak stabil.
Editor:


