Jam Kiamat 2025, Begini Cara Islam Prediksi Akhir Zaman

Jam Kiamat 2025, Begini Cara Islam Prediksi Akhir Zaman

Pada 28 Januari 2025 kemarin, Bulletin of the Atomic Scientists mengumumkan bahwa Jam Kiamat disetel pada posisi 89 detik menuju tengah malam, menunjukkan kedekatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan potensi bencana global. Penyesuaian ini menunjukkan peningkatan ancaman dari proliferasi senjata nuklir, perkembangan teknologi disruptif seperti kecerdasan buatan, konflik bersenjata yang sedang berlangsung, ancaman biologis, dan krisis iklim yang berkelanjutan. 

Jam Kiamat ini berfungsi sebagai simbol untuk mengingatkan umat manusia pada risiko yang dihadapi dan pentingnya tindakan kolektif untuk mencegah kehancuran global.

Sejak rencana pengumuman Jam Kiamat 2025, banyak warganet keliru mengira bahwa Doomsday Clock meramalkan hari kiamat dan seolah-olah melangkahi kehendak Tuhan. Padahal, Jam Kiamat bukanlah prediksi akhir zaman, melainkan simbol yang menggambarkan seberapa dekat dunia dengan bencana global akibat ancaman nuklir, perubahan iklim, dan ketidakstabilan geopolitik. Lantas, bagaimana sebenarnya Islam memandang hari kiamat dan apakah ada prediksi kapan akan terjadinya?

Dalam Islam memang tidak ada prediksi secara presisi kapan kiamat akan terjadi, hanya saja terdapat sejumlah tanda akan kemunculannya melalui sejumlah ciri-ciri yang sudah disampaikan oleh Rasulullah. Namun sebelum membahas ciri-ciri itu, penting untuk ditegaskan bahwa Islam memandang hari kiamat sebagai peristiwa besar yang tidak ada satu pun makhluk tahu. Kiamat pasti terjadi, tapi soal waktunya hanya Allah yang mengetahui. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an berikut:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةًۗ يَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ۝١٨٧

Artinya, “Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Tuhanku. Tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk yang) di langit dan di bumi. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Nabi Muhammad), Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf [7]: 187)

Ayat ini menegaskan bahwa ilmu tentang hari kiamat adalah hak prerogatif Allah semata. Tidak ada makhluk di langit maupun di bumi yang mampu mengetahui atau mengungkapkan kapan terjadinya. Dalam ayat ini, Allah mengingatkan bahwa kiamat akan datang secara tiba-tiba dan menjadi peristiwa yang berat bagi seluruh makhluk. Rasulullah pun ditegaskan untuk menyampaikan bahwa pengetahuan tentang kiamat berada di luar jangkauan manusia, meskipun banyak yang bertanya dan berspekulasi.

Berkaitan dengan ayat di atas, Fakhruddin ar-Razi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hikmah di balik dirahasiakannya kiamat adalah supaya manusia selalu waspada dan siap menghadapinya, sehingga mereka akan lebih tekun dalam beribadah dan menjaga diri dari perbuatan dosa. Dirahasiakannya waktu kiamat ini berfungsi sebagai motivasi untuk senantiasa hidup dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, karena tidak ada yang tahu kapan hari tersebut akan tiba. (Ar-Razi, 1981: juz 15, h. 85)

Tanda-Tanda Kiamat

Meskipun Islam menyembunyikan waktu terjadinya hari kiamat, tapi ada sejumlah pertanda yang akan muncul menjelang hari yang mengerikan itu. Pertanda tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu tanda-tanda kecil (sughra) dan tanda-tanda besar (kubra). 

Menurut Dr. Izzuddin Husain asy-Syaikh dalam Asyratus Sa’ah, tanda-tanda kecil adalah ciri-ciri sudah dekatnya hari kiamat yang terjadi sebelum munculnya tanda-tanda besar. Tanda-tanda kecil ini juga bisa berupa kerusakan moral manusia seperti banyaknya orang berzina, mabuk-mabukan, kebodohan merajalela, dan sebagainya. Umumnya tanda-tanda kecil masih bisa dicerna dengan akal sehat. 

Adapun tanda-tanda besar kiamat muncul setelah adanya tanda-tanda kecil. Biasanya berupa kejadian-kejadian yang melampaui akal sehat dan menandakan kiamat sudah sangat dekat. Perbedaan lainnya, pada kemunculan tanda kecil masih ada kesempatan bagi manusia untuk bertobat, sementara tanda besar menandakan bahwa pintu taubat telah terkunci rapat. (Asy-Syaikh, 2003: h. 8)

Tanda-tanda kecil kiamat cukup banyak dan dijelaskan dalam beberapa hadits Nabi, di antaranya disebutkan dalam riwayat berikut:

عن عوف بن مالك قال: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ: اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ: مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنْ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا.

Artinya, “Aku mendatangi Nabi Muhammad ﷺ saat Perang Tabuk, dan beliau berada di dalam tenda dari kulit. Beliau bersabda, “Hitunglah enam tanda sebelum datangnya hari kiamat: (1) wafatku, (2) penaklukan Baitul Maqdis, (3) wabah yang mematikan kalian seperti penyakit yang menyerang kambing, (4) melimpahnya harta hingga seseorang diberi seratus dinar namun tetap merasa tidak cukup, (5) munculnya fitnah yang tidak ada rumah orang Arab yang luput darinya, dan (6) perjanjian damai antara kalian dan Bani Ashfar (Romawi), namun mereka melanggar janji dan menyerang kalian dengan delapan puluh bendera, di mana setiap bendera membawa dua belas ribu pasukan.” (HR Bukhari)

Perhatikan, semua pertanda kiamat pada hadits tersebut bersifat biasa, dalam arti masih bisa dicerna oleh akal manusia pada umumnya. Misalnya, Nabi Muhammad wafat. Tentu karena beliau seorang manusia pasti menemui ajal sebagaimana umumnya manusia.

Sementara tanda-tanda besar kiamat ada sepuluh sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Hudzaifah berikut:

عن حذيفة بن أسيد قال: اطلع النبي صلى الله عليه وسلم علينا ونحن نتذاكر فقال: ما تذاكرون؟ قالوا: نذكر الساعة، قال: إنها لن تقوم حتى ترون قبلها عشر آيات، فذكر الدخان والدجال والدابة وطلوع الشمس من مغربها، ونزول عيسى بن مريم، ويأجوج ومأجوج وثلاثة خسوف، خسف بالمشرق، وخسف بالمغرب، وخسف بجزيرة العرب، وآخر ذلك نار تخرج من اليمن تطرد الناس إلى محشرهم.

Artinya: “Dari Hudzaifah bin Asid, ia berkata: Rasulullah ﷺ mendatangi kami saat kami sedang berbincang, lalu beliau bertanya, "Apa yang sedang kalian bicarakan?" Mereka menjawab, "Kami sedang membahas tentang hari kiamat." Beliau bersabda, "Hari kiamat tidak akan terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda sebelumnya." 

“Kemudian beliau menyebutkan: (1) asap (dukhan), (2) Dajjal, (3) binatang melata (dabbah), (4) matahari terbit dari arah barat, (5) turunnya Isa bin Maryam, (6) Ya’juj dan Ma’juj, (7) tiga kali gempa besar, satu di timur, (8) satu di barat, (9) satu di Jazirah Arab, dan (10) api yang keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpul mereka (mahsyar).” (HR Muslim)

Jika diperhatikan dalam sekilas, semua tanda kiamat yang disebutkan hadits ini tampak tidak rasional dan di luar nalar. Matahari terbit dari arah barat misalnya. Lumrahnya, matahari terbit dari timur dan terbenam di arah barat. Jika kelak matahari terbit dari arah yang sebaliknya, maka pertanda kiamat segera terjadi dan pintu tobat sudah tertutup rapat. Na’uzubillah.

Kesimpulannya, kiamat adalah rahasia ilahi yang hanya diketahui oleh Allah. Bahkan, Rasulullah sebagai nabi dan utusan-Nya pun tidak diberi tahu kapan hari akhir itu akan tiba. Islam hanya memberikan sejumlah tanda-tanda besar yang akan mendahului datangnya kiamat. Dengan dirahasiakan tibanya hari akhir ini, Allah mengajarkan umat manusia untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal ibadah, menjauhi maksiat, dan meningkatkan keimanan. Wallahu a‘lam.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Muhamad Abror
Penulis rubrik Keislaman dan Sejarah Islam Klasik


Editor:
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo