Khutbah Jumat: Jaga Hati untuk Sikap dan Perilaku Lebih Baik

Khutbah Jumat: Jaga Hati untuk Sikap dan Perilaku Lebih Baik

Khutbah I

الْحَمْدُ للَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ, شَهَادَةً تَكُونُ لِلنَّجَاةِ وَسِيلَةً، وَلِرَفْعِ الدَّرَجَاتِ كَفِيلَةً، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الَّذِي بَعَثَهُ لِلْعَالَمِيْنَ كَآفَّةً, وَأَرْسَلَهُ اِلَى الثَّقَلَيْنِ بِالشَّرِيْعَةِ الكَامِلَةِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مَادَامَت السَّمَوَاتُ بَاقِيَةٌ وَالأَرْضُ قَائِمَةٌ, وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ أَيَّدَهُمْ اللهُ بِالعِنَايَةِ, لِنَشْرِ دِيْنِهِ اِلَى مَنَاطِقِ الأَرْضِ بِالْهِدَايَةِ. ، اَمَّا بَعْدُ, أُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ مَعَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى الله وَالعَمَلِ بِطَاعَتِهِ، وَالْمُجَانَبَةِ لِمَعْصِيَتِهِ قَالَ الله تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الكَرِيْمِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ طُوْبٰى لَهُمْ وَحُسْنُ مَاٰبٍ.

Ma’asyiral Muslimin sidang Jumat rahimakumullah

Sudah menjadi suatu kewajiban bagi khatib untuk mengingatkan para jamaah khususnya diri khatib sendiri yang penuh dosa ini, untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sebagai salah satu dari bentuk taqwallah adalah menjaga hati dari segala firasat, kehendak, dan dorongan negatif, agar bisa mengontrol diri untuk tidak berbuat kemaksiatan, dan menjaga sikap agar tidak melakukan kesalahan.

Ma’asyiral Muslimin sidang Jumat rahimakumullah

Syekh Ibnu Atha’illah al-Sakandari berkata dalam hikamnya nomor 9 berikut:

تَنَوَّعَتْ أجْنَاسُ الأعْمَالِ, لِتَنَوُّعِ وَارِدَاتِ الأحْوَالِ

Artinya: "Bermacam-macam jenis amal perbuatan, sebab bermacam-macam dorongan dalam hati."

Berbagai macam jenis amal perbuatan yang tampak pada prilaku kita dikarenakan oleh berbeda-bedanya kondisi hati kita. Kondisi hati bisa berupa pengetahuan atau perasaan, sedangkan amal perbuatan muncul pada diri kita sesuai dorongan dalam hati kita.

Jika yang terbesit dalam hati kita adalah sebuah perasaan negatif atau keinginan untuk melakukan dosa, maka tidak dipungkiri kondisi hati itu akan mendorong kita untuk melakukan kemaksiatan. Jika saja hati kita penuh dengan dorongan positif, maka besar kemungkinan akan berpengaruh terhadap perilaku kita yang semakin positif.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut:

أَلَا وَإِنَّ  فِي  الْجَسَدِ  مُضْغَةً: إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya: "Ingatlah bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika dia baik, maka seluruh tubuh akan baik. Sebaliknya, jika dia buruk, maka seluruh tubuh akan buruh, ingatlah bahwa itu adalah hati."

Tidak dipungkiri bahwa segala kebaikan sikap dan prilaku berawal dari sesuatu hal yang terbesit di dalam hati yang mendorong untuk melakukannya. Misalnya, ketika kita mengetahui tentang kewajiban melaksanakan sholat Jumat, maka setiap dikumandangkan adzan Jumat, kita akan bergegas pergi ke masjid untuk melaksanakannya.

Ma’asyiral Muslimin sidang Jumat rahimakumullah

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Ra’du ayat 28 dan 29 berikut:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ طُوْبٰى لَهُمْ وَحُسْنُ مَاٰبٍ 

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik."

Ayat ini menerangkan kriteria orang-orang yang kembali kepada Allah SWT. Mereka adalah orang-orang beriman yang mempunyai ketenangan hati sebab selalu ingat kepada Allah. Mereka juga adalah orang-orang yang beramal saleh, dan mereka dijanjikan oleh Allah dengan kebahagiaan kelak di surga.

Ketenangan hati mereka dicapai sebab selalu berdzikir kepada Allah, sehingga tidak ada dorongan negatif dalam hati mereka untuk bermaksiat. Justru hati mereka dipenuhi dengan dorongan positif untuk beramal saleh dan bersikap baik, sehingga amal perbuatan mereka tercermin dari ketenangan hati mereka yang selalu mengingat Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin sidang Jumat rahimakumullah

Kita sebenarnya mengetahui antara perilaku benar dan salah dan juga sikap yang baik dan buruk. Hanya saja terkadang kita masih saja berbuat kemaksiatan dan bersikap negatif karena adanya dorongan dalam hati kita untuk melakukan itu. Kita pun tidak upaya dorongan dalam hati kita untuk mencegah agar perbuatan itu tidak terjadi.

Bayak dari kita yang melaksanakan sholat hanya sebatas karena tuntutan kewajiban. Makna dari sholat itu sendiri tidak terpancar dalam hati kita sehingga kita masih sering berbuat kemaksiatan.

Padahal Allah sudah jelas berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Ankabut ayat 45 berikut:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ 

Artinya: "Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. "

Seharusnya kita tanamkan dalam diri kita bahwa sholat adalah rutinitas harian yang menjadi prioritas utama kita. Rutinitas lainnya hanya sebagai pengisi jeda antar waktu sholat. Kita juga harus memahami bahwa salah satu nilai dalam sholat adalah sebuah ketundukan, kepatuhan, dan penghambaan diri kepada Allah, dan selalu mengingat-Nya, dan selalu takut kepada-Nya.

Jika saja makna itu yang terbesit dalam hati kita untuk memahami makna dari sholat, dan bisa kita tanamkan mendalam dalam diri kita, niscaya tidak akan mudah muncul dorongan negatif dalam hati kita untuk berbuat kemaksiatan. Sebab, kita selalu mengingat dan memprioritaskan Allah dalam rutinitas kehidupan kita.

Dari sini bisa kita pahami bahwa peran pengetahuan baik dan buruk, halal dan haram, ibadah dan maksiat seharusnya bisa mengontrol sikap dan perilaku seseorang untuk menjadi lebih baik. Hanya saja terkadang pengetahuan itu menjadi  isi otak saja dan tidak direpresentasikan dalam sebuah sikap dan prilaku. Ini tentu adalah sebuah ironi.

Oleh karena itu, hal yang harus kita lakukan adalah memenuhi hati kita dengan kebaikan dan pengetahuan agar kita bisa mengontrol diri untuk tidak berbuat kemaksiatan. Hal ini akan menjadikan kita bisa lebih mudah untuk melaksanakan beragai ibadah serta segala pengetahuan positif dalam hati kita menjadi pendorong untuk munculnya sikap dan amal perbuatan yang baik. Amin Ya Rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ 

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَاِئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ مَا اِتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً۰ اَمَّابَعْدُ، فَيَا عِبَادَ ﷲ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

وَاعْلَمُوْا أِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِىِّ, يٰۤـاَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيمًا, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ اَجْمَعِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الذِيْنَ قَضَوْا بِالحَقِّ وَهُمْ يَعْدِلُوْنَ, أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيْ, وَعَنْ السِّتَّةِ الْمُتَّمِّمِيْنَ لِعَشْرَةِ الكِرَامِ وَعَنْ سَائِرِ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنْ وَعَنْ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنِ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلْمُؤْمِنَاتِ وَاْلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بِلَادِ اْلْمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ 

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَيَهْدِكُمْ وَيَجْزِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَعَزُّ وَاَجَلُّ أَكْبَرُ, وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.


Editor:
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo