Khutbah Jumat: Menyikapi Krisis Ekonomi dengan Iman dan Ikhtiar

Khutbah Jumat: Menyikapi Krisis Ekonomi dengan Iman dan Ikhtiar

Khutbah I

اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍ، وَجَعَلَ الدُّنْيَا دَارَ ابْتِلَاءٍ وَامْتِحَانٍ، وَالْآخِرَةَ دَارَ جَزَاءٍ وَخُلُوْدٍ، نَحْمَدُهُ عَلَى كُلِّ حَالٍ، وَنَشْكُرُهُ عَلَى جَمِيْعِ النِّعَمِ وَالْإِحْسَانِ، نَسْتَعِيْنُهُ فِيْ كُلِّ أَمْرٍ، وَنَسْتَغْفِرُهُ مِنْ جَمِيْعِ الذُّنُوْبِ وَالْعِصْيَانِ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، إِلٰهٌ وَاحِدٌ، رَبٌّ صَمَدٌ، لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا وَحَبِيبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ اللّٰهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّيْ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ الْمُقَصِّرَةَ بِتَقْوَى اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ اللّٰهِ لِلْأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِيْنَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الكَرِيْمِ وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Hadirin jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Marilah kita panjatkan puji syukur bi qauli “Alhamdulillahirabbil ‘alamin” atas segala nikmat yang tak terhingga kepada kita semua. Shalawat serta iringan salam tak lupa semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan kali ini, khutbah kita akan membahas sebuah tema yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita saat ini, yaitu “Menyikapi Krisis Ekonomi dengan Iman dan Ikhtiar”.

Sebagaimana kita lihat dan dengar, baik di media massa maupun media sosial, berbagai berita tentang krisis ekonomi kian marak. Mulai dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), turunnya aktivitas perdagangan, meningkatnya angka pengangguran, hingga kesulitan ekonomi yang dirasakan oleh banyak kalangan masyarakat.

Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk bersikap bijak dalam menghadapi setiap ujian, termasuk krisis ekonomi seperti ini. Jangan sampai kita menjadi orang yang hanya mengeluh, menyalahkan keadaan, atau bahkan berputus asa terhadap rahmat Allah. Lebih dari itu, kita dilarang keras mengambil keputusan keliru dalam urusan keuangan, seperti membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan, berutang tanpa perhitungan, atau bahkan tergoda untuk melakukan maksiat seperti mencuri karena terdesak oleh kebutuhan.

Hadirin jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Krisis ekonomi sejatinya bukanlah hal baru dalam sejarah manusia. Dalam banyak fase kehidupan umat, krisis sering kali datang sebagai ujian dan pengingat. Allah telah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: ”Dan sungguh akan Kami uji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Krisis adalah bagian dari sunnatullah, agar kita kembali pada-Nya, tidak sombong dengan kekuatan materi, dan semakin sadar bahwa hanya Allah-lah sang pemilik rezeki yang hakiki. Ketika terjadi krisis, bisa jadi itu adalah teguran bahkan sebuah bentuk kasih sayang Allah kepada kita agar tidak terlalu terlena dengan kenikmatan harta dunia. 

Menyikapi krisis ini, Islam tidak hanya memerintahkan kita untuk bersabar. Namun juga mengajarkan kita untuk berikhtiar, bekerja keras, dan berusaha keluar dari kesulitan dengan cara yang halal dan diridhai Allah. Dalam surat At-Talaq ayat 2-3, Allah berfirman:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: ”Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kunci keluar dari krisis adalah takwa dan kerja keras, bukan hanya pasrah tanpa usaha.

Hadirin jamaah sidang Jumat yang berbahagia

Setidaknya ada empat langkah konkret yang bisa kita lakukan dalam menghadapi krisis ekonomi ini. Pertama, perkuat iman dan tawakal. Percayalah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang bertakwa dan bersungguh-sungguh.

Kedua, bersikap hemat dan sederhana. Janganlah hidup secara boros. Belilah barang sesuai dengan kebutuhan, bukan semata-mata karena keinginan. Utamakan terlebih dahulu kebutuhan primer. Jika suatu barang masih bisa ditunda pembeliannya dan tidak benar-benar mendesak, sebaiknya tunda dahulu untuk membelinya.

Sebab di samping hidup hemat dan sederhana adalah sunnah Rasulullah SAW, perintah tidak boros juga perintah Allah SWT. Dalam surat Al-Isra ayat 27, Allah berfirman:

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا 

Artinya: ”Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Ketiga, bangun solidaritas dan saling bantu. Dalam kondisi sulit, kita tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri. Ulurkan tangan kepada yang lebih membutuhkan apabila memang kita ada dan atau kebutuhan yang terssisa. Inilah esensi dari ukhuwah Islamiyah. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim dijelaskan:

مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya: “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah akan memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat.”

Keempat, jauhi riba dan transaksi haram. Ketika krisis terjadi seringkali banyak orang tergelincir pada solusi instan, padahal justru menambah kesulitan dan murka Allah. Pilihlah cara mencari rezeki yang halal, walau tampak kecil.

Hadirin jamaah sidang Jumat yang berbahagia

Demikian ulasan singkat dalam menghadapi krisis ekonomi, semoga kita semua dapat menjalani ujian ini dengan penuh kesabaran dan ketakwaan dan mendapat jalan keluar untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Amin.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالْآيآتِ وَالذِكْرِ الْحَكِيْمِ. إِنَّهُ تَعَالَى جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرْ.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, إِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنْ. وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَاتِ وَخُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلآئِكَةِ قُدْسِهِ, فَقَالَ تَعَالَى وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا. إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللَّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفآءِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكَانُوْا بِهِ يَعْدِلُوْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلآءَ وَالْوَبآءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا والزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلْدَتِنَا هَذِهِ خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِىْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِب لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَعَزُّ وَأَجَلُّ وَأَكْبَرُ


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor:
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo