Arina.id -- Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono selaku Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) sekaligus Komisaris Utama (Komut) PT Dirgantara Indonesia (PT DI), menyebut bahwa PT DI bakal menyiapkan total 20 pesawat CN235 untuk memperkuat TNI.
Program tersebut sesuai dengan permintaan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, dalam pertemuan beberapa waktu lalu.
"Pak Menhan ingin memberikan pesawat CN235 ke setiap Angkatan Darat, Laut, Udara, 20 pesawat, disesuaikan dengan kemampuan PT DI," jelas Tonny, dikutip dari Antaranews, Rabu (12/3/2025).
Program pengadaan 20 pesawat CN235 untuk 3 matra TNI tersebut merupakan bagian dari rencana Menhan Sjafrie, terkait konsep pertahanan Indonesia di masa depan.
Namun demikian Tonny tidak menjabarkan secara rinci sampai kapan proses pembuatan pesawat tersebut akan berlangsung, atau terkait target penyelesaiannya.
Adi Prastowo selaku Manajer Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PT DI saat dikonfirmasi Antaranews, menyatakan belum ada kontrak efektif yang berjalan terkait program pembuatan 20 pesawat CN235 itu.
"Ini masih rencana di tingkat atas," jelas Adi.
Terlepas dari itu, Adi memastikan bahwa pihaknya selalu siap untuk mendukung kekuatan pertahanan Indonesia. Melalui pengadaan produk alat utama sistem senjata (alutsista) maupun armada buatan PT DI.
Sementara itu ketika rapat pimpinan di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Sabtu (8/3/2025), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono juga menegaskan soal pentingnya memperkuat alutsista pertahanan udara di Indonesia.
"Modernisasi ini merupakan bagian dari tekad TNI AU AMPUH yang Modern, guna memastikan kesiapan operasional yang unggul serta memperkuat daya tangkal terhadap berbagai ancaman strategis," kata Tonny.
Tonny juga meminta seluruh jajarannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) prajurit agar dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi pertahanan.
Dengan upaya tersebut diharapkan TNI AU dapat terus meningkatkan kekuatan pertahanan di tengah makin berkembangnya teknologi pertahanan dunia.
KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono juga mengungkapkan bahwa TNI AU pada 2026 bakal mempunyai 6 pesawat tempur Rafale buatan Prancis.
Editor: A. Sentosa


