Dark
Light
Dark
Light

Meta Habiskan Miliaran Dolar untuk AI, Zuckerberg Klaim Era Superintelligence Sudah di Depan Mata

Meta Habiskan Miliaran Dolar untuk AI, Zuckerberg Klaim Era Superintelligence Sudah di Depan Mata

Arina.id —Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, kembali mengguncang dunia teknologi dengan ambisi besar dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI). Ambisi besar Meta dalam menguasai teknologi kecerdasan buatan ini kian nyata. Dari merekrut talenta kelas dunia, mengakuisisi startup AI, hingga membangun pusat data seukuran Manhattan, raksasa teknologi ini terus jor-joran menggelontorkan dana demi mempercepat pencapaian superintelligence—AI tingkat lanjut yang diyakini mampu melampaui kemampuan manusia.

Dalam sebuah memo terbaru yang dirilis Rabu (30/7), jelang laporan keuangan kuartalan Meta, CEO Mark Zuckerberg menyampaikan bahwa perkembangan menuju superintelligence kini semakin terlihat.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kami mulai melihat kilasan sistem AI kami yang mampu meningkatkan dirinya sendiri,” tulis Zuckerberg dikutip The Guardian. “Perbaikannya memang masih lambat, tetapi tak terbantahkan. Mengembangkan superintelligence kini sudah di depan mata.”

Zuckerberg Wanti-wanti Risiko AI, Tapi Optimis Masa Depan

Meski terkesan optimis, Zuckerberg juga memperingatkan adanya risiko baru yang muncul. Ia menyebut, superintelligence berpotensi menimbulkan tantangan keamanan yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

“Kita harus sangat ketat dalam mengatasi risiko-risiko ini dan berhati-hati dalam hal apa yang akan kita buka secara open source,” tegasnya.

Zuckerberg menegaskan bahwa Meta memiliki pendekatan berbeda dari perusahaan AI lainnya. Jika perusahaan lain fokus pada produktivitas dan otomatisasi pekerjaan, Meta justru ingin menghadirkan “superintelligence personal untuk semua orang.”

“Sisa dekade ini tampaknya akan menjadi periode penentu. Apakah superintelligence akan menjadi alat pemberdayaan pribadi, atau justru menggantikan peran besar dalam masyarakat?” tulisnya lagi.

Apakah AI = Uang?

Terlepas dari ambisi dan peringatan tersebut, investor menyoroti satu hal: apakah investasi AI Meta akan membuahkan keuntungan konkret?

Dalam laporan keuangan kuartal II tahun 2025, Meta membukukan pendapatan sebesar $47,52 miliar dengan laba per saham (EPS) sebesar $7,14 — jauh di atas ekspektasi analis sebesar $44,8 miliar dan EPS $5,92. Saham Meta langsung melesat 10% setelah penutupan bursa New York.

Namun, keberhasilan ini tak menutup kekhawatiran soal efisiensi penggunaan dana. Total pengeluaran dan biaya Meta selama kuartal II mencapai $27,07 miliar, naik 12% dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, belanja modal (capital expenditure) untuk infrastruktur dan perekrutan mencapai $17,01 miliar.

“Investasi AI untuk bisnis periklanan Meta memang membuahkan hasil,” kata Minda Smiley, analis senior di Emarketer. “Namun, belanja besar untuk proyek ambisius seperti superintelligence masih jadi pertanyaan besar di mata investor.”

Untuk kuartal III 2025, Meta memproyeksikan pendapatan antara $47,5 hingga $50,5 miliar, mencerminkan keyakinan terhadap strategi jangka panjang mereka — meski jalan menuju superintelligence jelas akan sangat mahal.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo