Jakarta, Arina.id—Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerbitkan daftar perusahaan-perusahaan besar dunia dalam dugaan genosida yang terjadi di Gaza, Palestina. Laporan ini disusun oleh Francesca Albanese dengan judul: "From Economy of Occupation to Economy of Genocide".
"Keterlibatan yang terungkap dalam laporan ini hanyalah puncak gunung es; mengakhirinya tidak akan terjadi tanpa meminta pertanggungjawaban sektor swasta, termasuk para eksekutifnya," tulis Francesca dalam laporan tersebut.
Laporan tersebut menyebutkan PBB menyelidiki keterlibatan sektor korporasi yang dianggap mendukung proyek kolonial Israel di wilayah pendudukan, dari aspek militer hingga ekonomi. Dukungan corporasi tidak hanya berbentuk teknologi atau logistik, tetapi juga pendanaan dan investasi yang memperkuat sistem apartheid dan genosida.
Berikut daftar perusahaannya dirangkum dari website un.org:
1. Perusahaan Militer
a. lockheed Martin
Perusahaan penyuplai jet tempur F-35 itu berbasis di Amerika Serikat (AS). 1600 perusahaan dari sejumlah negara seperti perusahaan asal Italia, Leonardo S.p.A, yang terlibat dalam produksi dan perawatan pesawat tempur F-35 Israel berafiliasi dengan Lockheed Martin.
Adapun F-35 itu dapat membawa bom besar yang digunakan dalam konflik di Gaza. Israel mengebom Gaza dengan menggunakan F-35 dan F-16 sehingga mengakibatkan kerusakan besar dan menyebabkan banyak korban jiwa.
"Keberadaan dua jet tempur itu vital bagi angkatan udara Israel. Pesawat tersebut bisa membawa dan menembak secara signifikan seperti bom GBU-31 JDAM seberat 2000 pon. Sementara F-35 dapat membawa lebih dari 18.000 pon bom sekaligus," tulis laporan tersebut.
b. Elbit Systems dan IAI
Drone, hexacopter, dan quadcopter disuplai oleh dua perusahaan itu selama invasi ke Gaza. Kolaborasi dengan sejumlah lembaga seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT) juga dijalin oleh perusahaan tersebut selama dua dekade terakhir.
c. FANUC Corporation
Mesin robotik produksi senjata seperti untuk IAI, Elbit Systems, dan Lockheed Martin, dipasok oleh perusahaan asal Jepang itu.
d. AP Moller
Adapun peran AP Moller adalah mendukung militer di lapangan dengan melakukan pengawasan biometrik, jaringan pos pemeriksaan berteknologi tinggi, tembok pintar, pengawasan pesawat nirawak, komputasi awan, kecerdasan buatan, dan analisis data.
2. Teknologi
Perusahaan teknologi mendukung terjadinya penindasan di Palestina pun dijabarkan dalam laporan tersebut. Infrastruktur disiapkan oleh sejumlah perusahaan teknologi melalui integrasi pengumpulan data massal dan pengawasan.
a. NSO Group
Perkembangan perusahaan teknologi Israel disokong infrastruktur dan strategi militer. Adapun Mantan anggota unit 8200 mendirikan NSO Group.
Pembuatan perusahaan itu dilakukan untuk mengawasi ponsel pintar secara rahasia seperti spyware Pegasus yang digunakan untuk mengawasi aktivis Palestina dan dilisensikan secara global untuk menargetkan para pemimpin, jurnalis, dan pembela hak asasi manusia.
b. IBM
Operasi perusahaan itu berlangsung sejak 1972 di Israel. Fokus IBM adalah untuk melatih personel militer atau intelijen di bidang teknologi dan usaha rintisan.
Operasi dan peningkatan basis data pusat Otoritas Kependudukan, Imigrasi, dan Perbatasan (PIBA) dilakukan IBM Israel sejak 2019. IBM memungkinkan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menggunakan data biometrik oleh pemerintah tentang warga Palestina, dan mendukung rezim perizinan diskriminatif Israel.
c. Microsoft
Microsoft telah aktif di Israel sejak tahun 1991, mengembangkan pusat terbesarnya di luar AS. Teknologinya tertanam dalam layanan penjara, polisi, universitas, dan sekolah.
Sejak tahun 2003, Microsoft telah mengintegrasikan sistem dan teknologi sipilnya di seluruh militer Israel,sambil mengakuisisi perusahaan rintisan keamanan siber dan pengawasan Israel.
d. Alphabet Inc (Google) dan Amazon.com
Pada tahun 2021, Israel memberikan Alphabet Inc (Google) dan Amazon.com Inc. kontrak senilai US$1,2 miliar. Sebagian besar didanai melalui pengeluaran Kementerian Pertahanan.
Microsoft, Alphabet, dan Amazon memberikan akses yang hampir setara dengan pemerintah Israel ke teknologi cloud dan AI mereka, yang meningkatkan kemampuan pemrosesan data, pengambilan keputusan, dan pengawasan atau analisis.
e. Palantir Technology
Militer Israel telah mengembangkan sistem AI seperti Lavender, Gospel, dan Where's Daddy? untuk memproses data dan membuat daftar target. Hal ini terjadi berkat Palantir Technology Inc.
Perusahaan berkolaborasi dengan Israel sejak Oktober 2023. Palantir telah menyediakan teknologi kepolisian prediktif otomatis, infrastruktur pertahanan inti untuk konstruksi dan penyebaran perangkat lunak militer yang cepat dan berskala besar, yang memungkinkan integrasi data medan perang waktu nyata untuk pengambilan keputusan otomatis.
3. Perusahaan Mesin Sipil hingga Infrastruktur
Dalam laporan itu, teknologi sipil disebut juga telah lama berfungsi sebagai alat serbaguna untuk pendudukan, Israel di Palestina. Mulai dari menghancurkan rumah, gedung publik, lahan pertanian, jalan, dan infrastruktur vital lainnya.
Sejak Oktober 2023, disebut pula bagaimana sektor ini menjadi bagian penting dalam merusak dan menghancurkan 70% bangunan dan 81% lahan pertanian di Gaza.
a. Caterpillar Inc
Dalam laporan disebut bahwa selama beberapa dekade, Caterpillar Inc. telah menyediakan peralatan yang digunakan untuk menghancurkan rumah dan infrastruktur Palestina kepada Israel melalui program Pembiayaan Militer Asing AS, pemegang lisensi eksklusif yang diminta oleh hukum Israel untuk bergabung dengan militer.
b. Hyundai dan Volvo
Korea HD Hyundai dan anak perusahaannya yang dimiliki sebagian, Doosan, bersama Grup Volvo Swedia juga disebut dalam laporan. Perusahaan telah lama dikaitkan dengan penghancuran properti Palestina.
Khusus sejak tahun 2000, mesin Volvo telah digunakan untuk menghancurkan wilayah Palestina, termasuk di Yerusalem timur dan Masafer Yatta.
"Selama lebih dari satu dekade, mesin HD Hyundai telah digunakan untuk menghancurkan rumah-rumah Palestina dan menghancurkan lahan pertanian, termasuk kebun zaitun," tulis laporan itu.
4. Listrik, Gas, dan Bahan Bakar
Perusahaan-perusahaan energi internasional juga disebut telah memicu genosida Israel yang boros energi. Israel sangat bergantung pada impor bahan bakar dan batu bara.
Disebut bagaimana pembangkit listrik Gaza hanya menyediakan 17% listrik Gaza, sehingga sangat bergantung pada bahan bakar untuk generator dan jalur pasokan Israel. Sejak Oktober 2023, Israel telah memutus pasokan listrik ke sebagian besar wilayah Gaza.
a. Drummond Company Inc. dan Swiss Glencore plc
Kedua perusahaan merupakan pemasok utama batu bara untuk listrik ke Israel. Perusahaan ini berasal dari Kolombia.
Anak perusahaan mereka masing-masing memiliki tambang dan tiga pelabuhan yang telah mengirimkan 15 pengiriman batu bara ke Israel sejak Oktober 2023. Ini termasuk enam pengiriman setelah Kolombia menghentikan ekspor batu bara ke Israel pada bulan Agustus 2024.
b. Glencore
Perusahaan ini juga terlibat dalam pengiriman batu bara dari Afrika Selatan. Di mana batu baranya menyumbang 15% dari impor batu bara Israel pada tahun 2023 dan berlanjut pada tahun 2024.
c. US Chevron Corporation
US Chevron Corporation dalam konsorsium dengan NewMedEnergy Israel mengekstraksi gas alam dari ladang Leviathan dan Tamar Israel. Perusahaan membayar pemerintah Israel US$453 juta dalam bentuk royalti dan pajak pada tahun 2023.
Konsorsium Chevron memasok lebih dari 70% konsumsi gas alam domestik Israel.Chevron juga mendapat keuntungan dari kepemilikan sebagiannya atas jaringan pipa East Mediterranean Gas (EMG), yang melewati wilayah laut Palestina, dan dari penjualan ekspor gas ke Mesir dan Yordania.
d. BP
Perusahaan Inggrisini memperluas keterlibatan dalam ekonomi Israel, dengan lisensi eksplorasi dikonfirmasi pada Maret 2025. Dalam laporan dikatakan bahwa ini memungkinkan BP untuk mengeksplorasi wilayah laut Palestina yang dieksploitasi secara ilegal oleh Israel.
5.Bisnis Pertanian
Bisnis pertanian telah berkembang pesat karena ekstraktivisme dan perampasan tanah yang dipimpin Israel. Bisnis ini menghapus sistem pangan Palestina dan mempercepat pemindahan wilayah.
a. Bright Dairy & Food Co. Ltd
Bright Dairy & Food Co. Ltd memiliki Tnuva. Ini merupakan konglomerat makanan terbesar di Israel.
Bright Dairy & Food Co. Ltd sendiri berasal dari China. Perusahaan disebut telah mendorong dan mendapat keuntungan dari perampasan tanah Palestina.
"Perusahaan-perusahaan seperti Tnuva membantu dengan mendapatkan produk dari koloni-koloni ini, kemudian mengeksploitasi pasar Palestina yang dihasilkan untuk membangun dominasi pasar," tulisnya.
Ketergantungan Palestina pada industri susu Israel telah meningkat 160% dalam dekade setelah Israel diperkirakan menghancurkan industri susu Gaza senilai US$43 juta pada tahun 2014.
6.Pariwisata
Platform perjalanan daring utama yang digunakan oleh jutaan orang untuk memesan akomodasi secara elektronik, mendapat keuntungan dari pendudukan dengan menjual pariwisata yang menopang koloni, mengecualikan warga Palestina, mempromosikan narasi pemukim, dan melegitimasi aneksasi.
a. Booking.com
Perusaahaan asal AS ini disebut telah melipatgandakan jumlah iklannya, dari 26 pada tahun 2018 menjadi 70 pada Mei 2023. Perusahaan juga tercatat melipatgandakan jumlah iklannya di Yerusalem timur menjadi 39 pada tahun setelah Oktober 2023.
b. Airbnb
Perusahaan ini juga telah meningkatkan keuntungan di Israel, tumbuh dari 139 iklan pada tahun 2016 menjadi 350 pada tahun 2025. Perusahaan disebut mampu mengumpulkan komisi hingga 23%.
"Iklan-iklan ini terkait dengan pembatasan akses Palestina ke tanah dan membahayakan desa-desa di sekitarnya. Di Tekoa, Airbnb memungkinkan pemukim mempromosikan komunitas yang hangat dan penuh kasih dengan menutupi kekerasan pemukim terhadap desa Palestina tetangga Tuqu," muat laporan itu.
7.Bank dan Perusahaan Investasi
Sebagai sumber utama pendanaan untuk anggaran negara Israel, obligasi pemerintah telah memainkan peran penting dalam mendanai serangan yang sedang berlangsung di Gaza.
Israel mendanai anggaran yang membengkak ini dengan meningkatkan penerbitan obligasinya, termasuk US$8 miliar pada Maret 2024 dan US$5 miliar pada Februari 2025. Israel juga melakukan penerbitan di pasar shekel domestiknya.
a. BNP Paribas
Perusahaan Prancis ini turun tangan untuk meningkatkan kepercayaan pasar dengan menjamin obligasi negara internasional dan domestik ini. Hal itu memungkinkan Israel untuk menahan premi suku bunga, meskipun terjadi penurunan peringkat kredit.
b. Barclays
Bank asal Inggris ini juga melakukan hal serupa. Sama dengan BNP Paribas, Barclays bertanggung jawab menjamin surat utang Israel.
c. Blackrock, Vanguard dan Allianz PIMCO
Perusahaan manajemen aset, termasuk Blackrock (US$68 juta), Vanguard (US$546 juta) dan anak perusahaan manajemen aset Allianz PIMCO (US$960 juta) termasuk di antara setidaknya 400 investor dari 36 negara yang membeli obligasi Israel.
Entitas-entitas keuangan ini menyalurkan miliaran dolar ke dalam obligasi pemerintah dan perusahaan-perusahaan yang terlibat langsung dalam pendudukan dan genosida Israel.
Editor: Muhammad Taufiq


