Arina.id — Mikel Arteta tidak ragu dengan kemampuan terbaik Declan Rice. Menjelang laga puncak klasemen melawan Chelsea, Minggu (20/11/2025), manajer Arsenal itu menyebut gelandang Inggris tersebut masih punya ruang besar untuk berkembang meski sudah tampil ganas dalam dua kemenangan penting terakhir melawan Tottenham dan Bayern Munich.
Arsenal datang dengan posisi solid, unggul enam poin atas Chelsea. Arteta sendiri belum pernah kalah dalam enam lawatan ke Stamford Bridge sebagai manajer. Rice akan kembali ke klub yang membesarkannya selama tujuh tahun sebelum dilepas pada usia 14, momen emosional yang kini datang ketika ia berada pada level tertinggi kariernya.
Arteta mendatangkan Rice dari West Ham pada musim panas 2023 dengan biaya £105 juta. Di bawah Mikel Arteta, perannya meluas. Ia tak lagi sekadar pemutus serangan, tetapi juga penggerak ritme, penyambung antar lini, bahkan pemimpin ruang ganti yang kehadirannya terasa meski tanpa ban kapten. Adaptasinya mulus. Konsistensi perannya membawanya masuk ke dalam PFA Team of the Year dan memperkuat statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik Premier League.
“Kalau Anda tanya satu atau dua tahun lalu, mungkin saya bilang dia sudah di puncak,” kata Arteta. “Tapi sekarang, setelah melihatnya setiap hari, memahami cara berpikirnya, saya yakin masih ada yang lebih. Dia mau lebih dan dia akan dapat lebih. Tim semakin memahami dirinya, perannya makin melebar, pengaruhnya besar, dan kami masih akan mengangkatnya lebih tinggi.”
Di tim nasional Inggris, Rice juga menjadi figur sentral. Sejak debut pada 2019, ia sudah mencatat puluhan caps dan menjadi pilihan utama di turnamen besar.
Dengan tinggi 185 cm, kaki kanan dominan, energi besar, serta kemampuan bermain sebagai No. 6 maupun No. 8, Rice mewakili tipe gelandang yang bisa mengatur tempo sekaligus mematahkan transisi lawan. Kombinasi fisik, kecerdasan taktik, dan ketenangannya membuatnya bukan hanya pemain penting, tetapi fondasi yang membangun identitas permainan Arsenal saat ini.
“Dia bisa adaptif dengan apa pun. Tapi saat ini, dorongan ke depan yang ia miliki membuat kontribusinya jauh lebih positif. Dia sudah dapat hak untuk memperluas peran itu,” ujar Arteta. “Dia bagian dari kelompok kepemimpinan. Tidak perlu ban kapten untuk punya kehadiran sebesar itu,” lanjut Arteta.
Kepada Thierry Henry di siaran TV Amerika, Rice mengaku para pemain Arsenal kini bermain dengan “amarah” musim ini, sebuah energi yang lahir setelah tiga musim berakhir sebagai runner-up. Arteta menyambut itu.
“Saya sudah melihatnya lama. Hasrat menang itu jelas. Mereka tunjukkan setiap hari,” katanya.
Profil & Data Declan Rice
Nama lengkap: Declan Thomas Rice
Usia: 26 tahun
Tempat lahir: London, Inggris
Posisi: Gelandang bertahan / box-to-box
Tinggi: 185 cm
Kaki dominan: Kanan
Karier klub:
- Akademi Chelsea (2006–2014)
- West Ham United (2014–2023) — 245 penampilan, 15 gol
- Arsenal (2023–sekarang) — transfer £105 juta, rekor klub
Pencapaian utama:
- UEFA Europa Conference League Winner (2023, West Ham – sebagai kapten)
- England Senior Team (debut 2019, lebih dari 50 caps)
- PFA Team of the Year (2021, 2024)
- Pemain Terbaik West Ham (2020, 2022)
Gaya bermain:
- Mobilitas tinggi, duel kuat, distribusi bola stabil
- Mampu bermain sebagai No. 6 maupun No. 8
- Kepemimpinan natural, pengendali tempo, agresif dalam pressing
Editor: Muhammad Zunus


