Dark
Light
Dark
Light

Berpuasa Ramadan itu karena Hidayah? Kenapa Masih Ada yang Tidak Berpuasa?

Berpuasa Ramadan itu karena Hidayah? Kenapa Masih Ada yang Tidak Berpuasa?

Ternyata, di sekeliling kita, tidak sedikit orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadan yang rutin setiap tahun ini. Tetiba penulis ingin sekali menulis hal ini dengan satu pertanyaan, berpuasa di bulan Ramadan itu karena hidayah atau ikut saja pada umumnya? Sebelum lebih jauh mengulasnya, orang tidak berpuasa itu siapa sebenarnya? Secara umum, tentu saja, mereka yang berpuasa itu beragama Islam, dewasa, berakal sehat, dan tidak sedang sakit parah atau bepergian jauh. Adapun mereka yang tidak berpuasa itu biasanya kategori orang awam dalam beragama, atau sebagai pekerja informal, seperti supir angkutan kota, tukang bangunan dll. 

Fakta demikian, sesungguhnya bukan barang baru. Sejak dahulu, kategori manusia tersebut sudah ada di manapun. Pun, pada masa Rasulullah Muhammad Saw. Terkait hal ini, bentuk haditsnya ada yang model hikayat, atau dikaitkan dengan rukun Islam.

Dalam bentuk hikayat, seperti hadits yang dituturkan sahabat Abu Umamah dalam hadits riwayat an-Nasa'i. Singkatnya, terdapat orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, mengalirlah darahnya dari mulutnya. Lalu ditanyakan, siapakah itu ya Rasulullah? Rasulullah Saw. menjawab, mereka itulah orang yang berbuka puasa belum waktunya. 

Dalam hadits tersebut, orangnya masih berpuasa tapi tidak selesai sesuai ketentuan saja sudah memperoleh adzab semacam itu, apalagi jika tidak berpuasa dengan tanpa alasan apapun. Begitu nalarnya jika dikaitkan dengan orang yang sengaja tidak berpuasa.

Adapun hadits lain yang dikaitkan dengan rukun Islam, dimana salah satu rukunnya adalah berpuasa di bulan Ramadlan, selain syahadat, shalat, zakat dan haji. Menurut sebagian ulama, salah seorangnya Imam Ahmad, orang yang meninggalkan salah satu saja secara sengaja atau karena malas, meremehkan atau mengingkari kewajibannya maka ia kafir, tetapi menurut jumhur ulama tidak sampai kafir.

Dari sandaran hadits dan pandangan ulama di atas, jika masih ada orang yang tetap tidak berpuasa, kira-kira apa motivasi mereka, apakah benar karena pekerjaan, disengaja, atau memang belum dapat hidayah dari Allah Swt.?

Sungguh menarik jika tidak berpuasa karena belum dapat hidayah dari Allah Swt. Kok bisa? Contoh populer terkait hidayah itu kisah masuk Islamnya Sahabat Umar ibn Khattab. Gegara mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibaca adiknya, lalu penasaran ingin tahu maknanya, baru setelah yakin kebenaran isinya, dia bersyahadat masuk Islam.

Mungkinkah di tengah ramainya dakwah Islam melalui media sosial; youtube, tik tok, instagram, facebook, apakah tidak dapat menyentuh hatinya atau membuka pintu hidayahnya? Misalnya, sudah banyak dalil-dalil didaraskan, tentang kewajiban berpuasa selama Ramadan, bahkan sejak bulan Rajab dsn Sya'ban doa-doa bertebaran agar kita dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Jika memang benar begitu, tampaknya nur atau cahaya hidayah (petunjuk) dari Allah memang belum masuk ke dalam qalbunya.

Sejalan dengan itu, seperti dijelaskan sebelum ini, bahwa berpuasa pada bulan Ramadan termasuk rukun Islam. Dalam konteks itulah Allah Swt. memanggilnya dengan sebutan, "Hai orang-orang beriman.. Ya ayyuhalladzina amanu kutiba 'alaikumush shiyam... Orang berimanlah yang berpuasa. Mereka yang belum berpuasa, semoga segera taubat, sehingga dapat hidayah Allah Swt. Jika sudah berpuasa, insya Allah ibadah lainnya, seperti shalat tarawih, membaca Al-Qur'an akan segera melengkapinya sebagai orang beriman hingga mencapai derajat orang bertaqwa (la'allakum tattaqun).

Akhirnya, siapa pun yang masih bandel tidak berpuasa, segeralah taubat, akui dosa yang sudah diperbuat, semoga hidayah Allah di bulan Ramadan ini menular kepada kalian. Toh, orang beriman yang berpuasa saja kadang berkurang imannya, kadang bertambah (yazid wa yanqush). Semoga zona maghfiroh pada sepertiga kedua bulan Ramadan ini bener-benar kita semua dapat mengaisnya. Setidaknya, jika pekerjaan yang jadi penyebabnya, gunakanlah waktunya dengan sebaik-baiknya, pasti ada solusinya. Jangan salahkan jenis pekerjaannya, terlebih pekerjaan yang halal. Wallahu a'lam bish shawab


$data['detail']->authorKontri->kontri

Mahrus eL-Mawa
Pemerhati Kajian Islam dan Sosial. Tinggal di Kedaung Hijau, Pamulang


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Perspektif Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo