Dark
Light
Dark
Light

Makin Sehat dengan Berpuasa, Hindari 7 Hal Ini

Makin Sehat dengan Berpuasa, Hindari 7 Hal Ini

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga melatih diri untuk menjaga sikap serta memperdalam kualitas spiritual. Selain itu, praktik puasa yang dilakukan dengan benar dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan tubuh. Namun, selama berpuasa kita perlu berhati-hati agar kebiasaan tertentu tidak justru menimbulkan dampak buruk.

Banyak orang cenderung makan dan minum berlebihan saat sahur maupun berbuka karena khawatir kebutuhan gizi tidak tercukupi. Padahal, kebiasaan tersebut jika dilakukan terus-menerus justru bisa merugikan kesehatan.

Agar manfaat puasa tetap optimal, penting untuk memahami hal-hal yang sebaiknya dihindari, baik terkait pola makan, kebiasaan, maupun gaya hidup sehari-hari.

Berikut adalah 7 hal yang sebaiknya dihindari agar tubuh bisa menerima manfaat puasa secara maksimal:

1. Konsumsi makanan asin ketikas ahur
Menurut Helmyati dalam Menjaga Pola Makan Saat Puasa (19/4/2022), orang yang berpuasa sebaiknya mengurangi konsumsi makanan asin ketika sahur.

Asupan natrium yang berlebihan dapat memicu sering buang air kecil setelah minum, serta menimbulkan rasa haus dan mulut kering. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha menyeimbangkan kadar natrium dengan cairan.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk membatasi penggunaan garam maupun makanan tinggi natrium seperti saus, kecap asin, dan produk kaleng saat sahur.

2. Melewatkan sahur
Sahur merupakan bagian penting sebelum memulai puasa panjang, karena saat itu tubuh memperoleh cadangan energi dan nutrisi untuk beraktivitas. Jika melewatkan sahur, tubuh akan lebih cepat lemah dan kehilangan tenaga, terutama ketika harus menjalani banyak pekerjaan keesokan harinya.

Kebiasaan tidak sahur secara terus-menerus dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti berkurangnya konsentrasi, mudah lelah, dehidrasi, pusing, gangguan pencernaan, serta masalah kesehatan lainnya.

3. Makan berlebihan saat berbuka
Saat berbuka puasa, sebaiknya tidak langsung mengonsumsi makanan dalam porsi besar. Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia UGM (19/4/2022) menyarankan untuk menghindari makanan berat secara langsung karena dapat membebani sistem pencernaan. Selain itu, makan berlebihan juga berisiko membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman.

Cara berbuka yang lebih baik adalah dengan memulainya menggunakan air putih, dilanjutkan dengan sedikit makanan manis, lalu mengkonsumsi hidangan utama setelah jeda sekitar setengah hingga satu jam.

4. Banyak berdiam diri
Meski puasa sering membuat tubuh terasa lelah, tidak disarankan untuk menghabiskan waktu hanya dengan berdiam diri sepanjang hari.

Cornell Health menganjurkan agar tetap aktif dan menjaga rutinitas olahraga. Jika biasanya olahraga dilakukan di pagi hari, waktunya bisa diganti menjadi malam setelah berbuka atau tarawih.

Aktivitas fisik yang terlalu berat pada siang hari sebaiknya dihindari karena berisiko menimbulkan dehidrasi. Sebagai gantinya, pilih kegiatan yang lebih ringan seperti berpikir dengan rileks, berjalan santai, atau melakukan peregangan sederhana.

5. Tidur setelah sahur
Tidur segera setelah sahur memang sering menjadi pilihan banyak orang, namun kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Tidur terlalu cepat setelah makan dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan dan menimbulkan gangguan pada saluran cerna bagian atas.

Selain itu, oksigen ke otak bisa berkurang, sementara makanan yang belum tercerna dengan baik berisiko kembali naik ke kerongkongan.

Jika dilakukan terus-menerus, tidur setelah sahur dapat menimbulkan masalah pencernaan dan meningkatkan risiko penyakit seperti maag, refluks asam lambung (GERD), bahkan stroke. Karena itu, jika ingin kembali tidur, sebaiknya beri jeda 2–3 jam setelah sahur agar makanan sempat dicerna dengan optimal.

6. Mengonsumsi makanan olahan
Alda Attina dalam penelitiannya Fasting: How to Guide (7/5/2021) menekankan pentingnya menghindari makanan cepat saji dan olahan tinggi kalori karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Minuman bersoda maupun beralkohol juga sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum atau saat berpuasa.

Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk memilih makanan alami seperti biji-bijian, buah segar, sayuran, kacang-kacangan, dan sumber protein. Sejalan dengan itu, WHO dalam Stay Healthy during Ramadan (28/5/2017) merekomendasikan agar mengurangi makanan berlemak, gorengan, olahan, pedas, dan asin selama Ramadhan, karena jenis makanan tersebut dapat meningkatkan rasa haus saat berpuasa.

7. Minum Air Berlebihan Ketika Sahur
Banyak orang minum air dalam jumlah besar saat sahur agar tidak merasa haus sepanjang puasa. Memang, cairan sangat penting untuk mencegah dehidrasi, tetapi minum terlalu banyak justru bisa berdampak buruk. Asupan air berlebihan saat sahur biasanya membuat tubuh lebih sering buang air kecil, yang akhirnya memicu rasa haus lebih cepat.

Karena itu, jika ingin memenuhi kebutuhan cairan, sebaiknya minum secara bertahap mulai dari waktu berbuka hingga menjelang sahur, bukan sekaligus dalam jumlah besar saat sahur.

Selain menghindari kebiasaan yang merugikan, penting juga untuk terus menambah wawasan tentang kesehatan dari berbagai sumber. Media yang tersedia saat ini sangat beragam, mulai dari buku, situs web, media sosial, hingga film.

Salah satu film yang bisa dijadikan referensi adalah Hack Your Health: The Secret of Your Gut (Anjali Nayar, 2024). Dokumenter ini mendorong penonton untuk lebih memperhatikan pola makan sehari-hari.

Film tersebut menjelaskan peran penting usus yang sering diabaikan, serta menekankan betapa vitalnya konsumsi sayuran dan buah-buahan. Hal ini menjadi semakin relevan ketika menjalani puasa, karena tubuh membutuhkan asupan bergizi untuk tetap sehat dan bertenaga. Selamat menjalankan ibadah puasa. 


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo