Dark
Light
Dark
Light

Langkah MUI Pringsewu agar Pelajar Tak ‘Mokel’ Puasa karena Pembagian MBG Ramadhan 1447 H

Langkah MUI Pringsewu agar Pelajar Tak ‘Mokel’ Puasa karena Pembagian MBG Ramadhan 1447 H

Pringsewu, Arina.id –Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pringsewu Lampung menyampaikan rekomendasi resmi terkait rencana pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional selama bulan Ramadhan 1447 H. 

Rekomendasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu, KH Hambali, kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu di Kantor Bupati Pringsewu, Selasa (24/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, KH Hambali menegaskan bahwa pada prinsipnya MUI mendukung program peningkatan gizi bagi pelajar. Namun demikian, pelaksanaan program di bulan suci Ramadhan harus mempertimbangkan aspek pendidikan ibadah puasa agar tidak memicu siswa untuk ‘mokel’ atau membatalkan puasa di siang hari.

“Kami tentu mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi anak-anak sekolah. Akan tetapi, karena pelaksanaannya bertepatan dengan bulan Ramadhan, maka perlu ada skema khusus agar program ini tidak berdampak pada pendidikan ibadah puasa para pelajar Muslim,” ujarnya.

Skema Distribusi Tidak Mengganggu Puasa
MUI Kabupaten Pringsewu, jelas Kiai Hambali merekomendasikan agar pembagian makanan dilakukan dengan pola yang edukatif dan tidak mendorong siswa mengonsumsinya pada siang hari.

Salah satu skema yang diusulkan adalah pembagian secara rapelan, misalnya satu kali dalam sepekan, dan dilaksanakan pada sore hari menjelang waktu berbuka.

Selain itu, paket makanan diharapkan berupa makanan kering dengan kemasan khusus yang tidak mewajibkan pengembalian wadah ke SPPG, sehingga dapat langsung dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa atau sahur.

“Dengan pola seperti ini, anak-anak tidak tergoda untuk membuka paket pada siang hari. Mereka bisa membawanya pulang dan menikmatinya saat berbuka atau sahur bersama keluarga,” jelasnya.

Diambil Langsung oleh Orang Tua
Langkah berikutnya yang direkomendasikan adalah mekanisme pengambilan paket MBG oleh orang tua atau wali murid. Menurut KH Hambali, peran orang tua sangat penting dalam mengontrol waktu konsumsi sekaligus memberikan edukasi kepada anak tentang pentingnya menjaga ibadah puasa.

“Jika diambil oleh orang tua, maka kontrol ada di keluarga. Ini sekaligus menjadi sarana pendidikan agar anak memahami bahwa puasa adalah kewajiban yang harus dijaga,” tegasnya.

Perlu Koordinasi Lintas Pihak
MUI juga mendorong adanya koordinasi yang intensif antara sekolah, pesantren, pemerintah daerah, dan penyelenggara program MBG.

Sinergi ini diperlukan agar implementasi di lapangan tetap selaras dengan nilai-nilai pendidikan keagamaan, khususnya dalam pembinaan ibadah puasa bagi pelajar Muslim.

KH Hambali menilai, Ramadhan merupakan momentum strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, seluruh kebijakan yang bersentuhan dengan peserta didik harus mempertimbangkan aspek pembinaan iman dan takwa.

Penguatan Edukasi dan Sosialisasi
Selain pengaturan teknis distribusi, MUI Kabupaten Pringsewu juga menekankan pentingnya edukasi kepada siswa tentang keutamaan puasa, hikmah menahan diri, dan tanggung jawab sebagai pelajar Muslim. Sekolah diharapkan memberikan penguatan materi keagamaan agar program MBG tidak mengurangi esensi pendidikan Ramadhan.

Tak kalah penting, sebelum program berjalan perlu dilakukan sosialisasi resmi kepada siswa dan orang tua bahwa paket makanan kering tersebut diperuntukkan untuk sahur atau berbuka, bukan untuk dikonsumsi pada siang hari.

“Kami berharap program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan untuk mendukung kebutuhan gizi pelajar, namun tidak mengurangi nilai pendidikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Anak-anak kita harus tumbuh sehat sekaligus berakhlak dan taat beribadah,” pungkasnya.

Menanggapi rekomendasi tersebut, Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MUI Kabupaten Pringsewu atas masukan konstruktif yang diberikan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada MUI Pringsewu atas rekomendasi ini. Ini bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral dalam mengawal kebijakan pemerintah agar tetap selaras dengan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Ia berharap rekomendasi MUI Pringsewu tidak hanya berhenti di tingkat daerah, tetapi juga dapat disampaikan ke pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program MBG pada Ramadhan tahun-tahun berikutnya.

“Rekomendasi ini sangat baik dan saya berharap juga bisa diteruskan ke pusat sebagai bahan evaluasi pelaksanaan MBG di bulan Ramadhan ke depan,” katanya.

Bupati juga mengingatkan bahwa potensi penyimpangan perilaku bukan hanya dipengaruhi niat, tetapi juga situasi dan kesempatan.

“Hal negatif itu bukan hanya karena niat, tapi juga karena ada kesempatan. Seperti puasa, kalau ada makanan bisa saja tergoda untuk makan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia memerintahkan kepada Satgas MBG Kabupaten Pringsewu agar segera menindaklanjuti rekomendasi MUI dengan mengumpulkan seluruh SPPG di Kabupaten Pringsewu guna melakukan penyesuaian teknis distribusi selama bulan Ramadhan.

Menurutnya, MUI telah menjalankan peran sebagai kontrol sosial melalui rekomendasi tersebut. Dengan adanya masukan dari para ulama, ia berharap program MBG dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta tetap sesuai dengan harapan dan perencanaan anggaran pemerintah.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Pringsewu, Imam Fatkuroji yang juga Kepala Baperinda, memaparkan bahwa saat ini terdapat 48 dapur SPPG yang melayani lebih dari 121.000 orang penerima manfaat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 dapur telah memiliki sertifikat halal, 5 dapur bersertifikat higienis, serta didukung oleh 20 chef bersertifikat. Adapun cakupan penerima manfaat meliputi lebih dari 11 ribu balita, 3 ribu ibu menyusui, 2 ribu ibu hamil, serta sekitar 1.400 pekerja.

Hadir pada kesempatan tersebut sejumlah Ketua Ormas Keagamaan di antaranya Ketua PCNU Pringsewu H Muhammad Faizin, PD Muhammadiyah Pringsewu H Muhtasor, PD LDII H Dian Arif, Pengurus MUI Kabupaten Pringsewu dan perwakilan Pesantren dan sekolah di Pringsewu.

Hadir juga Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Titi Puji Lestari, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ihsan Hendrawan, Kepala Badan Kesbangpol Catur Agus Dewanto, dan Kabag Kesra Setdakab Pringsewu Sunaji.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo