Selama Gencatan Senjata, Zionis Israel Sudah Melanggar Perjanjian 282 kali

Selama Gencatan Senjata, Zionis Israel Sudah Melanggar Perjanjian 282 kali

Arina.id - Kurang lebih sebulan setelah deklarasi gencatan senjata di Jalur Gaza antara Hamas dan Israel, negeri Zionis telah melanggar perjanjian setidaknya 282 kali dan telah menewaskan ratusan orang dari 10 Oktober sampai 10 November 2025.

Israel terus menggempur wilayah Gaza melalui serangan melalui udara, menggunakan artileri menembak ke masyarakat. Demikian laporan Kantor Media Pemerintah di Gaza.

Kantor tersebut mengatakan Israel menembaki warga sipil sebanyak 88 kali, kemudian menyerbu daerah perumahan di luar "garis kuning" sebanyak 12 kali, membom Gaza sebanyak 124 kali, dan menghancurkan properti penduduk sebanyak 52 kali. 

Dikutip dari Aljazeera, laporan tersebut menambahkan bahwa Israel juga menahan 23 warga Palestina dari Gaza selama sebulan terakhir. Israel juga terus memblokir bantuan kemanusiaan penting dan menghancurkan rumah dan infrastruktur di seluruh Jalur. Lalu pelanggaran apa saja yang dilakukan Israel?

Pada 29 September 2025, Amerika Serikat (AS) mengusulkan 20-poin syarat gencatan untuk mengakhiri perang Israel di Gaza, misalnya kesepakatan pembebasan tawanan dari kedua belah pihak di wilayah tersebut. Kemudian kesepakatan damai agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke wilayah yang dikepung oleh Israel.

Beberapa kondisi utama fase pertama, yang sedang berlangsung, termasuk:

  1. Mengakhiri permusuhan di Gaza oleh Israel dan Hamas
  2. Memangkat blokade seluruh bantuan ke Gaza oleh Israel dan menghentikan campur tangannya dalam distribusi bantuan.
  3. Pembebasan semua tawanan yang ditahan di Gaza – hidup atau mati – oleh Hamas.
  4. Pembebasan beberapa tahanan Palestina di 2.000 dan orang-orang yang menghilang dari penjara Israel.
  5. Penarikan pasukan Israel ke "Garis kuning”

Setelah dimediasi oleh beberapa negara; Mesir, Qatar, dan Turkiye, lalu perwakilan dari sekitar 30 negara berkumpul pada tanggal 13 Oktober 2025 untuk menandatangani gencatan senjata di Gaza yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump.

Namun, absennya Israel dan Hamas dalam konferensi menimbulkan keraguan apakah negosiasi bakal mencapai kemajuan yang nyata untuk mengakhiri perang dan menyelesaikan isu pendudukan Israel dan pengepungan Gaza selama 18 tahun.

Sejak gencatan senjata berlaku pada siang hari tanggal 10 Oktober, Israel telah membunuh setidaknya 242 warga Palestina dan melukai 622 orang, menurut angka terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina. Pada 19 dan 29 Oktober – dua hari paling mematikan sejak gencatan senjata terakhir – Israel menewaskan total 154 orang.

Pada tanggal 19 Oktober, Zionis sempat menuduh Hamas melanggar gencatan senjata setelah dua tentara Israel tewas di Rafah. Setelah itu mereka membalas membunuh 45 orang dalam gelombang serangan udara secara besar-besaran di seluruh Jalur Gaza.

Sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, menekankan bahwa Israel mengendalikan wilayah Rafah dan tidak memiliki kontak dengan pejuang Palestina pun di sana. Pada tanggal 29 Oktober, Israel menewaskan 109 orang, termasuk 52 anak, setelah pertukaran tembakan di Rafah yang menewaskan seorang tentara Israel.

Berikut angka terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza terkait angka jumlah korban dari 7 Oktober 2023, hingga 10 November 2025. Setelah dikonfirmasi, data korban tewas setidaknya mencapai 69.179 orang, termasuk anak-anak 20.179. Adapun korban luka mencapai 170.693 orang.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo