MUI Nilai Serangan Balasan Iran ke 'Teroris Israel dan Amerika' Dibenarkan dan Ajak Umat Islam Gelar Qunut Nazilah

MUI Nilai Serangan Balasan Iran ke 'Teroris Israel dan Amerika' Dibenarkan dan Ajak Umat Islam Gelar Qunut Nazilah

Arina.id - Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Amerika dan Israel--yang dimasukan sebagai teroris oleh Iran--mengejutkan dunia. Tewasnya Khamenei pun memantik respons umat Islam di dunia, salah satunya Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Ali Khamenei. Duka cita ini tertuang dalam Tausiyah MUI tentang Eskalasi Serangan Israel-Amerika terhadap Iran Nomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan pada Minggu.

"MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika. Sebagai syuhada kita doakan semoga menjadi penghuni surga, Aamiin," ujar Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menyampaikan Taushiyah tersebut.

Kiai Anwar menyampaikan MUI mengutuk serangan Israel yang didukung oleh Amerika karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu "...ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial."

MUI memahami serangan Iran ke negara teluk adalah sebuah pembalasan atas serangan Amerika dan Israel. Menurut MUI, serangan balasan Iran ini dibenarkan dan dilindungi oleh hukum internasional karena yang diserang adalah pangkalan militer.

Sementara serangan bom dari Israel dan Amerika malah menyasar sekolah dasar di Iran yang membuat sekitar 160 anak-anak wafat terbunuh.

"Karena itu, untuk menghindari eskalasi yang lebih luas, maka Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena serangan ini bertentangan dengan Pasal 2 (4) Deklarasi PBB," ujarnya.

MUI menilai serangan militer Israel dan Amerika terhadap Iran merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas.

"Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. Ini adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil," kata dia.

MUI menilai motif strategis di balik serangan ini patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan Teluk, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan untuk kemerdekaan Palestina.

Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina.

MUI juga menilai Amerika tengah memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui Board of Peace (BoP) kini menghadapi pertanyaan besar apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina.

"Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina," kata Kiai Anwar.

Motif strategis di balik serangan ini menurut MUI patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan untuk kemerdekaan Palestina.

Dalam menyikapi kondisi ini, MUI mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk memperbanyak doa dan melaksanakan Qunut Nazilah dalam shalat sebagai bentuk permohonan pertolongan kepada Allah SWT atas musibah dan penindasan yang menimpa umat Muslim di berbagai belahan dunia.

Selain itu, MUI menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil langkah-langkah maksimal guna menghentikan perang serta memastikan penghormatan terhadap hukum internasional.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo