Jakarta, Arina.id — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyampaikan sejumlah terobosan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 Hijriyah/2025 Masehi.
Kepala Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menyatakan bahwa tahun ini pihaknya telah menyiapkan 475 ton bumbu masak untuk mendukung kebutuhan dapur katering jemaah haji Indonesia. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 70 ton.
"Bumbu masak yang tahun lalu hanya 70 ton, sekarang kami suplai 475 ton untuk dapur-dapur katering jamaah,” ujar Fadlul dalam pelepasan kloter pertama jemaah haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (1/5/2025) malam.
Selain itu, BPKH juga menyediakan akomodasi berupa sembilan hotel yang disewa khusus untuk jemaah haji Indonesia, terdiri dari delapan hotel di Makkah dan satu hotel di Madinah. Lokasi hotel-hotel tersebut dipilih agar tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram.
"Kami telah melakukan booking hotel khusus untuk musim haji. Hotel-hotel ini telah dikontrak bersama dengan Kementerian Agama,” jelasnya.
Tahun ini menjadi kali pertama BPKH secara langsung menyediakan akomodasi hotel bagi jemaah haji Indonesia. Menurut Fadlul, fokus utama masih pada penyediaan dasar akomodasi tanpa layanan tambahan.
"Kami belum menambahkan pelayanan ekstra di hotel karena fokus utama tahun ini adalah memastikan jemaah memiliki tempat tinggal yang layak selama berhaji,” ujarnya.
BPKH juga menyediakan makanan siap santap untuk hari-hari kritis pelaksanaan haji, yaitu tiga kali pada 7 Dzulhijjah, sekali pada 8 Dzulhijjah, serta dua kali setelah Armuzna pada 13 Dzulhijjah.
"Kami distribusikan makanan siap saji di tanggal-tanggal penting tersebut untuk memastikan jemaah tetap terlayani,” tambahnya.
Sebagai antisipasi kondisi darurat, BPKH juga telah menyiapkan dana darurat atau living cost yang dapat digunakan saat area sekitar Masjidil Haram ditutup. Dana ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan tambahan seperti membeli oleh-oleh atau makanan ringan.
"Meski makanan siap saji sudah tersedia, living cost ini bisa digunakan jemaah untuk kebutuhan tambahan secara bijak," tuturnya.
Fadlul menambahkan bahwa sejak 2023 BPKH telah menggunakan area komersial hotel, namun tahun ini lebih difokuskan pada penyediaan akomodasi dasar yang akan terus dikembangkan secara bertahap.
“Delapan hotel di Makkah dan satu di Madinah adalah permulaan. Yang penting, jemaah bisa fokus beribadah tanpa terganggu oleh urusan logistik," tandasnya.
Editor:


