Kutip Surat Al-Baqarah, Kedubes Arab Saudi Berbela Sungkawa Tragedi Ponpes Al Khoziny

Kutip Surat Al-Baqarah, Kedubes Arab Saudi Berbela Sungkawa Tragedi Ponpes Al Khoziny

Arina.id -Tragedi musala dan gedung Pesantren Al--Khoziny di Sidoarjo Jawa Timur membetot perhatian dunia. Tragedi itu merenggut nyawa 60 santri salah satu pondok pesantren tua di Indonesia itu.

Salah satu yang merespons dan menyampaikan bela sungkawa adalah Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi. Mereka menyampaikan duka cita mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia, terutama keluarga para santri.

Ucapan bela sungkawa ini disampaikan lewat Platform X. Kedubes juga memohon kepada Allah SWT agar memberikan ampunan kepada para korban meninggal.

Kerajaan juga berharap agar keluarga para korban diberikan kesabaran serta penghiburan. Dalam unggahan itu, Kedubes mengutip Surat Al-Baqarah ayat 156 yang berbunyi: "Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali..."

Sebelumnya, bangunan mushalla di lantai tiga Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin 29 September 2025 saat tengah menjalani renovasi. Saat kejadian, ratusan santri sedang melaksanakan salat berjamaah dan terjebak di bawah puing-puing.

Menurut Basarnas, hingga Senin dini hari total 60 jenazah korban runtuhnya bangunan Ponpes Al-Khoziny berhasil dievakuasi, dengan lima di antaranya berupa potongan tubuh.

Media internasional, BBC, melaporkan tragedi sebagai salah satu yang mengerikan menimpa sekolahan dengan korban tidak sedikit. BBC mengutip laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bencana ini merupakan bencana paling mematikan di Indonesia tahun ini. 

Tim penyelamat diperkirakan akan menyelesaikan pencarian 13 korban yang terjebak di bawah reruntuhan pada akhir hari ini. Para penyidik ​​masih menyelidiki penyebab keruntuhan. Beberapa pejabat mengatakan bangunan dua lantai itu ambruk karena fondasinya tidak stabil.

"Dari semua bencana pada tahun 2025, baik bencana alam maupun non-alam, korban meninggal dunia belum sebanyak yang terjadi di Sidoarjo," ujar Deputi Bidang Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budi Irawan.

Jumlah korban termasuk sedikitnya dua orang yang diselamatkan dari reruntuhan tetapi kemudian meninggal di rumah sakit. Al Khoziny adalah sekolah asrama Islam tradisional di Indonesia yang dikenal sebagai pesantren.

Banyak pesantren beroperasi secara informal, tanpa regulasi yang kuat atau pengawasan yang konsisten. Tidak jelas apakah Al Khoziny memiliki izin untuk melakukan pembangunan tambahan.

Operasi pencarian dan penyelamatan menjadi tantangan karena cara bangunan itu runtuh, hanya menyisakan ruang sempit bagi tim penyelamat untuk bermanuver, kata pihak berwenang minggu lalu.

Para penyintas menceritakan pelarian mereka yang mengerikan kepada media lokal. Muhammad Rijalul Qoib menuturkan kepada Detik News, ia awalnya "mendengar suara batu jatuh", yang "semakin keras".

Remaja berusia 13 tahun itu langsung berlari ke pintu, dan meski berhasil melarikan diri, ia terluka akibat tertimpa reruntuhan atap.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo