Palestina Ingin Rekonstruksi Gaza Dilakukan oleh Negara-Negara Arab-Islam

Palestina Ingin Rekonstruksi Gaza Dilakukan oleh Negara-Negara Arab-Islam

Arina.id -- Mohammed Mustafa selaku Menteri Luar Negeri sekaligus Perdana Menteri Palestina menginginkan agar rekonstruksi wilayah Jalur Gaza pasca perang bisa dilakukan secara bersama-sama oleh negara-negara Arab-Islam.

Poin tersebut diutarakan Mustafa ketika pertemuan luar biasa Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi, hari Jumat (7/3/2025).

Nantinya pemerintah Palestina dengan dukungan organisasi internasional dapat membentuk otoritas rekonstruksi independen untuk menindaklanjuti dan mengkoordinasikan pelaksanaan pembangunan ulang Gaza.

Otoritas tersebut akan mandiri secara finansial dan administratif, serta dikelola oleh dewan yang terdiri dari orang-orang kredibel. Sementara laporan keuangannya bakal mematuhi audit keuangan sesuai standar internasional.

Sebelum itu pada Selasa (4/3/2025) lalu, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara Arab menyepakati soal rencana rekonstruksi Gaza yang akan dilakukan secara konprehensif bersama negara-negara Arab.

Disebutkan bahwa rencana rekontruksi diusulkan melalui koordinasi penuh dengan Negara Palestina dan negara-negara Arab, serta berdasar pada studi yang dilakukan Bank Dunia dan Dana Pembangunan PBB.

Dalam pernyataan akhir KTT, negara-negara Arab sepakat menolak pemindahan rakyat Palestina dari tanah air mereka atas dalih atau situasi apa pun.

KTT Arab juga bersepakat menunjuk sebuah komite hukum untuk mempelajari pengusiran rakyat Palestina sebagai kejahatan genosida.

Keputusan KTT Arab terkait rencana rekonstruksi Gaza mendapat dukungan dari sejumlah negara besar Eropa, yang menyebut rencana tersebut sebagai jalan yang paling realistis untuk membangun ulang Gaza.

Berdasar keterangan Departemen Luar Negeri Inggris, negara Eropa yang memberikan dukungan termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia.

“Rencana tersebut menunjukkan jalan yang realistis untuk rekonstruksi Gaza dan menjanjikan, apabila terwujud, perbaikan yang kilat dan berkelanjutan terhadap kondisi hidup yang buruk yang dihadapi warga Palestina di Gaza,” terang pernyataan bersama menteri luar negeri Eropa, dikutip dari Antara, Minggu (9/3/2025).

Sementara itu pemerintah Indonesa juga menyambut baik tercapainya deklarasi akhir KTT Arab terkait upaya pemulihan Jalur Gaza.

“Kami menyambut baik Deklarasi Kairo sebagai hasil dari KTT Arab yang tentunya langsung terkait dengan upaya rekonstruksi Gaza, sebuah hal yang sangat dekat di hati rakyat dan pemerintah Indonesia,” ucap Rolliansyah Soemirat selaku Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Kamis (6/3/2025) lalu.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo