Jakarta, Arina.id—Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf berharap Panitia Kerja (Panja) Haji DPR RI dan Panja Haji pemerintah sudah dapat menyepakati besaran biaya haji dalam satu pekan ke depan.
“Panja Haji DPR dan Panja Haji kita sedang bicara terus kita menghitung terus untuk memastikan menetapkan berapa angka yang paling layak dan sampai hari ini mungkin belum 100 persen selesai masih sekitar 85 persen,” ujar Irfan Yusuf di Jakarta, Senin (15/9).
Gus Irfan mengatakan pembahasan mengenai besaran biaya haji masih terus dilakukan di Panja untuk mendapatkan angka yang dinilai paling layak.
Ia berharap pembahasan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga kesepakatan mengenai besaran biaya yang harus dibayarkan jamaah, dapat ditetapkan dalam waktu dekat.
“InsyaAllah dalam satu minggu ke depan kita akan bisa ada kesepakatan tentang angka yang harus dibayar oleh jamaah yang akan kita ajukan ke Presiden,” kata dia.
Kepastian biaya haji itu akan memudahkan jamaah yang masuk dalam daftar tunggu tahun berjalan untuk menyiapkan uang pelunasan. Di samping itu, Kemenhaj juga dapat mempersiapkan hal-hal teknis lainnya di dalam maupun luar negeri.
Sebelumnya, pemerintah mengusulkan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2027 mendatang sebesar Rp107.340.172,02 per orang dengan komposisi Bipih sebesar Rp42.936.068,81 atau sebesar 40 persen dan nilai manfaat sebesar Rp64.404.103,21 atau sebesar 60 persen.
Di sisi lain, Gus Irfan mengingatkan calon jamaah haji untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Ia meminta jamaah tidak hanya mempersiapkan aspek keuangan, tetapi juga kondisi fisik dan mental.
“Kepada jamaah saya minta pertama tentu menyiapkan fisik maupun mental dan juga menyiapkan keuangan,” katanya.
Gus Irfan menekankan pentingnya kesiapan fisik karena pelaksanaan ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima.
Dia mengungkapkan, tantangan penyelenggaraan haji 2027 akan semakin berat. Karena itu, ia mengingatkan jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) agar tidak berpuas diri atas capaian penyelenggaraan haji 2026.
“Kadang kita berpikir tahun pertama berat, tahun kedua akan lebih mudah karena kita sudah mengetahui masalahnya. Tetapi 2027 justru menjadi tahun yang lebih berat,” ujarnya dalam agenda Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah di Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta.
Editor:


