Dark
Light
Dark
Light

Jokowi Ungkap Kerugian akibat Isu Ijazah Dihadapan Hakim: Tercemar Nama Baik Saya

Jokowi Ungkap Kerugian akibat Isu Ijazah Dihadapan Hakim: Tercemar Nama Baik Saya

Jakarta, Arina.id—Presiden">Arina.id—Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku mengalami kerugian immateriil akibat polemik tuduhan ijazah palsu yang menyeret namanya. Ia merasa nama baik dan reputasinya tercoreng hingga dirinya dan keluarga merasa dihina serta direndahkan.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan kesaksian dalam sidang perkara dugaan fitnah terkait ijazah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Sidang tersebut menghadirkan Roy Suryo sebagai salah satu terdakwa.

"Sebagaimana yang sudah ditunjukan saksi, (itu) ijazah strata satu, betul ya?" Tanya jaksa kepada Jokowi.

"Betul, Yang Mulia," jawab Jokowi.

Di hadapan majelis hakim, Jokowi menjelaskan kerugian yang dirasakannya ketika jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan dampak dari sejumlah perbuatan yang ditampilkan dalam video persidangan.

"Kerugian immaterial, Yang Mulia. Kerugian immaterial karena tercemarnya nama baik saya dan juga keluarga saya, dan kemudian saya juga merasa telah dihina, direndahkan dengan amat sangat," ujar Jokowi.

Jokowi juga menyinggung dampak tuduhan tersebut terhadap reputasinya di tengah masyarakat. Ia merujuk pada hasil survei yang menurut ingatannya menunjukkan 18 persen masyarakat Indonesia percaya terhadap tudingan ijazah palsu. Angka tersebut, kata Jokowi, setara dengan sekitar 34 juta orang.

"Tercemar nama baik saya, Yang Mulia," tegasnya.

Menurut Jokowi, besarnya jumlah masyarakat yang mempercayai tudingan tersebut turut mengurangi kepercayaan publik terhadap dirinya.

"Betul, Yang Mulia. 34 juta orang percaya, Yang Mulia, bahwa tuduhan palsu tuduhan ijazah palsu ini telah mengurangi kepercayaan publik terhadap saya, Yang Mulia," ujarnya.

Selain merasa nama baik dan reputasinya dirugikan, Jokowi juga mengaku keberatan karena dituduh menggunakan ijazah palsu untuk kepentingan pencalonan politik.

Ia menyebut tuduhan tersebut berkaitan dengan perjalanan politiknya, mulai dari pencalonan sebagai wali kota sebanyak dua kali, gubernur satu kali, hingga presiden dua kali.

"Kemudian yang ketiga juga saya merasa juga dituduh menggunakan ijazah palsu untuk mencalonkan diri sebagai wali kota dua kali, gubernur sekali, dan presiden dua kali, Yang Mulia," kata Jokowi.


Editor: Suci
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo