Arina.id. Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan mendukung usaha Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh. Kiev dikabarkan bakal melakukan serangan yang lebih dalam ke wilayah Rusia.
Berdasarkan laporan Al-Jazeera, Minggu, 17 November 2024, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengizinkan pihak Ukraina untuk menggunakan senjata milik AS.
Nantinya, pasokan senjata itu bakal dipakai untuk menyerang wilayah yang lebih dalam di Rusia. Tiga sumber, termasuk dua pejabat AS, menyebutkan Ukraina rencananya melakukan serangan jarak jauh dengan menggunakan senjata-senjata AS dalam beberapa hari ke depan.
Sementara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menanggapi informasi tersebut dengan menyebutkan kabar ini tentunya tidak akan diumumkan. Kata Zelenskyy, rudal-rudal itu nanti yang bakal membuktikan dengan sendirinya.
"Hari ini, banyak media yang mengatakan bahwa kami telah menerima izin untuk mengambil tindakan yang tepat. Namun serangan tidak dilakukan dengan kata-kata. Hal-hal seperti itu tidak diumumkan. Rudal-rudal itu akan berbicara sendiri," tegas Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Ukraina Gunakan Rudal ATACMS untuk Serang Rusia?
Mengutip pemberitaan BBC, pada hari Senin, 18 November 2024, Presiden AS Joe Biden dikabarkan sudah memberikan lampu hijau bagi Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh yang dipasok AS.
Para pejabat AS mengatakan rudal jarak jauh itu bakal dipakai untuk menyerang Rusia. Langkah ini dinilai sebagai perubahan yang sangat besar terkait kebijakan Washington.
Pasalnya, pemerintah AS selama ini menolak untuk menyetujui permintaan Kyiv untuk menggunakan rudal ATACMS di luar perbatasannya.
Serhiy Kuzan, Kepala Pusat Keamanan dan Kerjasama Ukraina yang berbasis di Kyiv menegaskan keputusan Joe Biden itu dianggap sangat penting.
"Ini bukan sesuatu yang akan mengubah arah perang, tapi saya pikir ini akan membuat kekuatan kita lebih setara," kata Serhiy Kuzan.
Para analis menilai, keputusan AS untuk memberikan izin kepada Kyiv guna melakukan serangan jarak jauh dipakai dalam rangka mempertahankan wilayah Kursk yang sudah direbut Rusia.
Dua bulan jelang lengser, Presiden Joe Biden sebenarnya sudah mencabut beberapa larangan yang menghalangi Kyiv untuk menggunakan senjata yang dipasok AS guna menyerang lebih dalam ke wilayah Rusia.
Sedangkan Rusia menganggap Ukraina tidak dapat menembakkan rudal-rudal tersebut ke target-target di dalam wilayah Rusia tanpa bantuan langsung dari sekutu-sekutu NATO.
Menurut Kremlin, ini adalah sebuah eskalasi yang besar. Mereka mengatakan bahwa keputusan itu menandakan Amerika Serikat terlibat secara langsung dalam konflik Rusia-Ukraina.
Serangan pertama Ukraina dikabarkan bisa terjadi dalam beberapa hari mendatang. Kemungkinan besar Kyiv akan menggunakan roket ATACMS.
Sejumlah sumber menyebutkan jangkauan ATACMS dapat mencapai hingga jarak 190 mil (306 km). The Army Tactical Missile System (ATACMS) atau Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat termasuk rudal balistik permukaan-ke-permukaan. Jarak jangkauan bisa membuat rudal ini berperan sangat penting bagi kubu Ukraina.
ATACMS dibangun produsen pertahanan Lockheed Martin. Rudal ditembakkan dari M270 Multiple Launch Rocket System (MLRS) atau M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) yang beroda.
Harga setiap rudal senilai $1,5 juta (£1,2 juta). ATACMS menggunakan bahan bakar propelan roket padat dan mengikuti jalur balistik ke atmosfer sebelum kembali turun dengan kecepatan tinggi dan sudut tinggi, sehingga sangat sulit untuk dicegat.
Editor: Abdul Fatah


