Arina.id - Baru-baru ini publik Amerika Serikat (AS) dibuat gempar gara-gara misi Apollo 11 yang diklaim telah mendaratkan manusia pertama di bulan menjadi bahan tertawaan. Ialah Kim Kardashians, presenter televisi yang melempar isu tersebut ke publik.
Kardashian, dalam episode terbaru The Kardashian, mempertanyakan keaslian misi Apollo 11 pada tahun 1969, dengan mengatakan, "Mereka akan bilang aku gila apa pun yang terjadi, tapi coba saja lihat TikTok. Lihat sendiri. [...] Tidak ada gravitasi di Bulan. Kenapa benderanya berkibar?"
Di jagat media sosial memang sempat ramai membahas klaim AS yang bisa mendaratkan manusia pertama di bulan pada 1969. Isu ini bukan hal baru. Dalam dua dekade terakhir, ketika teknologi visual semakin canggih, banyak teori konspirasi menuding kalau klaim Negeri Paman Sam telah mendaratkan Neil Amstrong Cs ke Bulan hanya bentuk propaganda perang dingin semata dalam konteks perang teknologi antariksa dengan Rusia.
Namun pejabat Administrator NASA dan Menteri Perhubungan AS Sean Duffy pada hari Kamis, 30 Oktober 2025, membantah tudingan bintang TV realitas Kim Kardashian tersebut. Duffy menyebut Amerika telah mendaratkan astronaut ke bulan sebanyak enam kali.
Duffy menanggapinya lewat akun di Platform X. Duffy menulis begini: "Kami pernah ke Bulan sebelumnya... enam kali!" Ia menambahkan bahwa program Artemis NASA sedang bersiap untuk mengirim astronot kembali ke permukaan bulan "di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump."
Dikutip dari Anadolu, Duffy mengakhiri postingannya dengan mengatakan, "Kita memenangkan perlombaan luar angkasa terakhir dan kita akan memenangkan perlombaan ini juga."
Sebelumnya, Apollo 11 merupakan misi luar angkasa AS yang diklaim telah mendaratkan manusia pertama di Bulan. Komandan Neil Armstrong dan pilot modul lunar Buzz Aldrin mendaratkan Modul Lunar Apollo Eagle pada 20 Juli 1969 pukul 20.17 UTC.
Narasi klaim keberhasilan ini banyak ditulis dalam buku-buku dan informasi yang disebar ke seluruh penjuru bumi. Dalam catatan sejarahnya, setelah Neil Amstrong dan Buzz Aldrin mendarat di bulan, sekitar enam setengah jam kemudian, Armstrong menjadi orang pertama menginjakkan kaki di permukaan Bulan, pada 21 Juli pukul 02.56 UTC, diikuti Aldrin 19 menit kemudian.
Mereka berdua menghabiskan waktu kira-kira dua seperempat jam di luar wahana antariksa, dan mengumpulkan 21,5 kg material Bulan untuk dibawa pulang ke Bumi. Pilot Michael Collins menerbangkan modul komando Columbia sendirian mengelilingi Bulan saat Armstrong dan Aldrin berada di permukaan.
Kedua astronaut ini menghabiskan waktu 21 jam 31 menit di permukaan Bulan di lokasi yang mereka namakan Tranquility Base, kemudian kembali terbang menaiki modul Columbia yang sedang mengorbit.
Editor: Muhammad Taufiq


