8.692 KK Terdampak Banjir Pekalongan

8.692 KK Terdampak Banjir Pekalongan

Pekalongan, Arina.id—Sebanyak 8.692 kepala keluarga (KK) tercatat terkena dampak banjir di Kota Pekalongan Jawa Tengah. Warga terdampak tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Pekalongan Barat, Pekalongan Timur, Pekalongan Selatan, Pekalongan Utara.

Di Pekalongan Barat khususnya Kelurahan Tirto, Podosugih, Sapuro Kebulen, Bendan Kergon, Pringrejo, Medono, Buaran Kradenan. Ketinggian air di desa-desa tersebut berkisar 30–80 cm..

Demikian catatan BPBD Kota Pekalongan diakses terkait banjir Kota Pekalongan.

BPBD juga menyebutkan genangan air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter di sejumlah titik cekung.

Wilayah terddampak di Kecamatan Pekalongan Timur meliputi Kelurahan Kalibaros, Poncol, Setono, Noyontaansari, dan Klego dengan ketinggian 20–50 cm.

Adapun Kecamatan Pekalongan Selatan, di Kelurahan Banyurip, Jenggot, dan Kuripan Yosorejo dengan genangan 20–40 cm.

Sementara di Kecamatan Pekalongan Utara, sebagian wilayah Kraton, Bandengan, Krapyak, dan Panjang Wetan.

Lonjakan jumlah pengungsi menjadi salah satu alasan utama peningkatan status bencana.

Hingga Sabtu (17/1/2026) pagi, tercatat 972 jiwa mengungsi di 11 titik pengungsian, dengan jumlah terbanyak berada di Aula Kecamatan Pekalongan Barat sebanyak 453 jiwa dari 190 KK.

Beberapa lokasi pengungsian lain seperti Masjid Al-Karomah Tirto, mushola-mushola, sekolah, balai RW, hingga kantor kelurahan dilaporkan mulai mendekati kapasitas maksimal. Kebutuhan mendesak di pengungsian meliputi obat-obatan, selimut, balsem, minyak kayu putih, pampers balita dan lansia.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, Pemkot Pekalongan memusatkan dapur umum di Kantor Dinas Sosial dengan kapasitas sekitar 1.500 porsi setiap waktu makan. Selain itu, dapur umum milik Kodim kembali diaktifkan guna membantu memenuhi kebutuhan pangan pengungsi.

Meski status tanggap darurat telah ditetapkan, Walikota Aaf menegaskan kondisi masih sangat dinamis. Pendataan dampak dan pengungsi terus diperbarui, sementara seluruh perangkat daerah, TNI, Polri, relawan, dan unsur kebencanaan diminta siaga penuh menghadapi kemungkinan terburuk.

Selain penanganan darurat, Pemkot Pekalongan juga berupaya menekan risiko banjir susulan. Aaf mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengupayakan modifikasi cuaca guna mengurangi intensitas hujan ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Harapannya cuaca bisa lebih bersahabat sehingga genangan tidak semakin meluas,” ujarnya.

Di lapangan, proses evakuasi terus dilakukan oleh Polres Pekalongan Kota bersama Tim SAR Gabungan. Salah satu evakuasi dramatis terjadi di Kampung Baru Tirto, saat petugas mengevakuasi warga lanjut usia yang sakit dengan perahu karet di tengah banjir setinggi dada orang dewasa.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi, melalui Ps Kasi Humas Iptu Purno Utomo, menyebutkan bahwa personel Siaga Bhayangkara bersama lintas instansi bergerak cepat setelah menerima laporan warga terkait kondisi darurat.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo