Arina.id - Kota Madinah yang identik dengan masjid Nabawi tentu tidak akan disia-siakan oleh para peziarah untuk mendatangi makam Rasulullah yang memang berada di areal masjid. Ribuan para jemaah rela antre untuk dapat berziarah, mengucapkan salam dan berdoa di tempat mustajab tersebut.
Sayid Bakri bin Syato menukil dari riwayat Imam Bukhari mengatakan dalam I'anah Thalibin:
من صلى علي عند قبري وكل الله بها ملكا يبلغني، وكفي أمر دنياه وآخرته، وكنت له شفيعا أو شهيدا يوم القيامة
Artinya: "Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku di samping makamku, maka Allah akan mengutus malaikat mendatangiku, dan Allah akan mencukupi urusan dunia dan akhiratnya, dan aku akan mensyafaatinya atau bersaksi untuknya di hari kiamat." (I'anah Thalibin, 2/354)
Redaksi ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi peziarah. Sehingga wajar bilamana banyak peziarah makam Rasulullah membludak hingga berdesak-desakkan. Syekh Bakri bin Syatho Dimyathi melanjutkan penjelasannya:
قال بعضهم: ولزائر قبر النبي صلى الله عليه وسلم عشر كرامات. إحداهن يعطى أرفع المراتب. الثانية يبلغ أسنى المطالب. الثالثة قضاء المآرب. الرابعة بذل المواهب. الخامسة الأمن من المعاطب. السادسة التطهير من المعايب. السابعة تسهيل المصاعب. الثامنة كفاية النوائب. التاسعة حس العواقب. العاشرة رحمة رب المشارق والمغارب
Artinya: "Sebagian ulama mengatakan bahwa orang yang menziarahi makam Rasulullah berhak menerima 10 kehormatan dari Allah. Pertama, akan diberikan derajat tertinggi di sisi Allah. Kedua, tercapai cita-cita tertinggi. Ketiga, akan dipenuhi kebutuhannya. Keempat, akan diberikan banyak anugerah Allah. Kelima, akan diselamatkan dari bencana. Keenam, akan dilindungi dari aib. Ketujuh, akan dimudahkan dalam kesulitan. Kedelapan, segala musibah akan diringankan bebannya. Kesembilan, dapat merasakan apa yang akan terjadi. Kesepuluh, akan mendapat limpahan rahmat Allah."
Doa Pamitan dari Makam Rasulullah
Jemaah haji umrah yang akan meninggalkan Madinah, mereka biasanya akan melakukan ziarah pamitan atau (wada) saat berada di makam Rasulullah. Sedih dan haru menguasai perasaan sehingga tidak sedikit mereka pun meneteskan air mata.
Syekh Nawawi Al-Bantani memberikan panduan doa bagi para peziarah yang akan pamitan dari makam Rasulullah dan bergeser menuju Makkah atau kembali ke Tanah Air. Adapun doanya adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ العَهْدِ بَيْنِي وَبَيْنَ مَسْجِدِهِ وَحَرَمِهِ وَيَسِّرْ لِيَ العَوْدَ إِلَى زِيَارَتِهِ وَالعُكُوْفَ فِي حَضْرَتِهِ سَبِيْلًا سَهْلًا وَارْزُقْنِيَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرُدَّنَا إِلَى أَهْلِنَا سَالِمِيْنَ غَانِمِيْنَ
Allāhumma lā taj‘al ākhiral ‘ahdi baynī wa bayna masjidihī wa haramihī. Wa yassir liyal ‘awda ilā ziyāratihī, wal ‘ukūfa fī hadhratihī sabīlan sahlan. Warzuqniyal ‘afwa wal ‘āfiyata fid duniya wal ākhirah. Wa ruddanā ilā ahlinā sālimīna ghānimīn.
Artinya: “Ya Allah, jangan jadikan ini akhir kesempatan pertemuanku dan masjid serta tanah haramnya (Nabi Muhammad SAW). Mudahkanlah aku untuk berziarah kembali dan beribadah (kepada-Mu) di hadapannya dengan mudah dan ringan. Anugerahkanlah aku ampunan dan afiat di dunia dan akhirat. Dan kembalikanlah kami ke pangkuan keluarga dalam keadan selamat dan meraih banyak pahala.” (Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Bandung, Al-Maarif: tanpa tahun], halaman 221).
Editor:


