4 Keutamaan Puasa Syawal dalam Hadits Nabi Muhammad

4 Keutamaan Puasa Syawal dalam Hadits Nabi Muhammad

Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu' Syarah al-Muhadzab, Jilid VI, halaman 452 menjelaskan bahwa dalam mazhab Syafi'i, hukum puasa 6 hari Syawal adalah sunnah. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah saw yang menunjukkan keutamaan puasa di bulan Syawal.

Lebih lanjut, ulama Syafi'i berpendapat bahwa puasa 6 hari Syawal sebaiknya dilakukan secara berurutan di awal bulan Syawal, yaitu dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal. Namun, jika ingin puasa tersebut dilakukan terpisah atau di akhir bulan Syawal, maka tetap diperbolehkan dan tetap mendapatkan keutamaannya.

Pendapat ini tidak berbeda dengan pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Dawud bin Abi Ash Shahib. Ketiga mazhab ini berlandaskan pada hadits Rasulullah saw yang bersifat umum dan tidak terbatas pada waktu tertentu. Imam Nawawi menyebutkan:

فقال أصحابنا : يستحب صوم ستة أيام من شوال ; لهذا الحديث قالوا : ويستحب أن يصومها متتابعة في أول شوال فإن فرقها أو أخرها عن شوال جاز . وكان فاعلا لأصل هذه السنة ; لعموم الحديث وإطلاقه . وهذا لا خلاف فيه عندنا وبه قال أحمد وداود

Artinya: "Sahabat kami berkata: Dianjurkan untuk berpuasa enam hari di bulan Syawal. Berdasarkan hadits ini, mereka berkata: Dianjurkan untuk berpuasa secara berurutan di awal Syawal. Boleh jika dipisahkan atau diakhirkan setelah Syawal. Hal ini berdasarkan inti hadits ini, karena hadits tersebut bersifat umum dan menyeluruh. Tidak ada perbedaan pendapat tentang hal ini di kalangan kami. Imam Ahmad dan Dawud juga berpendapat demikian,". [Imam Nawawi, Majmu' Syarah al-Muhadzab, Jilid VI [Jeddah; Maktabah al-Irsyad, tt], halaman 452]

Lalu, apa keutamaan puasa sunah Syawal ini?. Berikut adalah keutamaan puasa Syawal dalam hadits Nabi Muhammad. 

1. Pahala Setara Puasa Setahun

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bagi orang yang telah melaksanakan puasa Ramadhan dengan penuh, kemudian melanjutkan dengan enam hari puasa di bulan Syawal, maka setara dengan pahala berpuasa selama setahun penuh.

Dapat dibayangkan, betapa besarnya pahala yang bisa diraih dengan menjalankan puasa Syawal. Kesempatan untuk meraih pahala berlipat ganda ini terbuka lebar bagi umat Islam yang ingin menyempurnakan ibadahnya setelah Ramadhan.

Sejatinya, melaksanakan puasa Syawal tidak hanya mendatangkan pahala yang berlimpah, tetapi juga menjadi bukti rasa syukur atas limpahan rahmat dan ampunan Allah swt selama bulan Ramadhan. Dengan berpuasa Syawal, kita menunjukkan komitmen untuk terus menjaga ketaatan dan ketakwaan kepada Allah, meskipun Ramadhan telah usai.

حدثنا يحيى بن أيوب وقتيبة بن سعيد وعلي بن حجر جميعا عن إسمعيلقال ابن أيوب حدثنا إسمعيل بن جعفر أخبرني سعد بن سعيد بن قيس عن عمر بن ثابت بن الحارث الخزرجي عن أبي أيوب الأنصاري رضي الله عنه أنه حدثه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

Artinya: "Diriwayatkan kepada kami oleh Yahya bin Ayyub, Qutaibah bin Sa'id, dan Ali bin Hajr, semuanya dari Ismail, ia berkata: "Ibnu Ayyub menceritakan kepada kami, dari Ismail bin Ja'far, dari Sa'd bin Sa'id bin Qais, dari Umar bin Tsabit bin Al-Harits Al-Khazraji, dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu 'anh, bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka (pahala) bagaikan berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim No. 1164)

Demikian juga dalam hadits riwayat Abu Daud bahwa melaksanakan puasa 6 hari Syawal seperti puasa selama satu tahun penuh. Nabi bersabda:

حدثنا النفيلي حدثنا عبد العزيز بن محمد عن صفوان بن سليم وسعد بن سعيد عن عمر بن ثابت الأنصاري عن أبي أيوب صاحب النبي صلى الله عليه وسلمعن النبي صلى الله عليه وسلم قال من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami An-Nufaili, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad, dari Shafwan bin Sulaim serta Sa'd bin Sa'id, dari Umar bin Tsabit Al-Anshari, dari Abu Ayyub sahabat Nabi saw, dari Nabi saw, beliau berkata : Barangsiapa yang melakukan puasa pada Bulan Ramadhan kemudian ia ikutkan dengan puasa enam hari pada Bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa satu tahun. (HR. Abu Daud No. 2433)

Selanjutnya, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, menunjukkan keutamaan puasa Syawal, yakni setara dengan pahala puasa setahun penuh. Pasalnya, dapat dikatakan bahwa puasa Syawal menjadi penyempurna ibadah di bulan Ramadhan. Pahala yang berlipat ganda ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melanjutkan semangat ibadah setelah Ramadhan usai.

حدثنا أحمد بن منيع حدثنا أبو معاوية حدثنا سعد بن سعيد عن عمر بن ثابت عن أبي أيوب قال قال النبي صلى الله عليه وسلم من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال فذلك صيام الدهر

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani', telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Sa'd bin Sa'id, dari Umar bin Tsabit, dari Abu Ayyub, dia berkata : Rasulullah saw bersabda : Barang siapa yang berpuasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka hal itu sama dengan puasa satu tahun." (HR. Tirmidzi No. 759)

2. Puasa Syawal akan Diampuni Dosa 

Dalam riwayat yang berasal dari Ibnu Umar, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda tentang keutamaan puasa Syawal menjadi kabar gembira bagi umat Islam yang telah menjalankan ibadah puasa 6 Syawal. Dalam hadits tersebut, dijelaskan bahwa pahala orang yang berpuasa Syawal selama enam hari setelah Ramadhan akan diampuni semua dosanya.

Keutamaan ini tentu menjadi motivasi bagi umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan meraih pahala yang besar ini. Dengan berpuasa Syawal, kita tidak hanya menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan, tetapi juga menyucikan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat. Nabi bersabda

وعن ابن عمر رضى الله عنهما قال قال رسول الله ﷺ من صام رمضان وأتبعه ستا من شوال خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه

Artinya: "Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhum berdua, beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dan mengikutinya dengan enam hari Syawal, maka dia keluar dari dosa-dosanya seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya."

3. Menyempurnakan Puasa Selama Setahun. 

Imam Ahmad dalam kitab Fathur Rabbani li Tartibi Musnad Ahmad bin Hanbal, Jilid I, halaman 221 menjelaskan bahwa puasa Syawal memiliki keistimewaan luar biasa, yaitu menyempurnakan pahala puasa Ramadhan menjadi setara dengan berpuasa selama setahun penuh. Nabi bersabda;

 عَنْ ثوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ عَنِ الَّذِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ فَشَهْرٌ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ فَذَلِكَ تَمَامُ صِيَامِ السَّنَةِ

Artinya: "Dari Tsauban, pelayan Rasulullah saw, dari beliau saw, beliau bersabda: "Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, maka (puasanya) itu seperti sepuluh bulan, dan puasa enam hari setelah fitri, maka (puasanya) itu menyempurnakan puasa setahun." [HR. Ahmad].

Sejatinya, puasa Syawal juga merupakan salah satu cara untuk memperbaiki dan menyempurnakan amalan ibadah yang telah dilakukan di bulan Ramadhan. Dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, seorang hamba diberi kesempatan untuk terus merawat dan mempertahankan momentum kebaikan yang telah diraih selama bulan suci Ramadhan. 

Dengan demikian, puasa Syawal tidak hanya menjadi penutup dari ibadah puasa, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkokoh ikatan spiritual antara hamba dengan Sang Pencipta. 

4. Ganjaran Masuk Surga 

Menurut Ibnu Rajab al-Hanbali, dalam  Lathâif al-Ma’ârif fîma li Mawâsim al-‘Am min al-Wadhâif, halaman 219 menjelaskan bahwa orang yang berpuasa 6 hari bulan Syawal, maka ganjaran pahalanya adalah masuk surga. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad bersabda bahwa orang yang berpuasa Syawal dengan ikhlas dan beriman akan dibalas dengan surga oleh Allah.

وأما صيام شوال كله: ففي حديث رجل من قريش سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول: "من صام رمضان وشوالا والأربعاء والخميس دخل الجنة" وخرجه الإمام أحمد والنسائي وخرج الإمام أحمد وأبو داود والنسائ

Artinya: "Dan mengenai puasa Syawal seluruhnya: Ada hadits dari seorang Quraisy yang mendengar Rasulullah saw bersabda: "Siapa yang berpuasa Ramadhan dan Syawal, serta Rabu dan Kamis, maka dia akan masuk surga." Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An-Nasa'i, dan Imam Ahmad, Abu Daud, dan An-Nasa'i."

Dengan memahami keutamaan puasa Syawal yang bersumber dari hadits Nabi, seyogianya kita semakin termotivasi untuk menjalankan amalan sunnah ini.  Selain mengharapkan pahala yang besar, puasa Syawal juga melatih diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan senantiasa taat kepada Allah swt.


Editor:
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo