Amalan Ibadah di Bulan Rajab, dari Baca Istighfar sampai Puasa

Amalan Ibadah di Bulan Rajab, dari Baca Istighfar sampai Puasa

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang mulia dalam Islam. Rasulullah saw dalam haditsnya menyebutkan bahwa Bulan Rajab merupakan bulannya Allah SWT yang menunjukkan kemuliaan dan keutamaan bulan ini. Bulan Rajab juga bersanding dengan bulan mulia lainnya yakni Sya’ban dan Ramadlan. Rasulullah bersabda:

عن الحسن مرسلًا أنه قال - صلى الله عليه وسلم -: رجب شهر الله، وشعبان شهري، ورمضان شهر أمتي

Artinya: “Diriwayatkan dari hasan (hadist mursal) Rasulullah bersabda: Bulan Rajab merupakan bulannya Allah dan Bulan Sya’ban merupakan bulanku (Rasulullah), sedangkan Bulan Ramadhan merupakan bulannya umatku (Nabi Muhammad)”. (Badrut Tamam, syarah Bulughul Maram, hal. 132, juz 5).

Karena Bulan Rajab merupakan bulan yang mulia, maka selayaknya umat Islam tidak menyia-nyiakan Bulan Rajab. Umat Islam bisa mengerjakan beberapa amalan yang sangat dianjurkan pada bulan ini. Adapun beberapa amalan yang sangat dianjurkan di Bulan Rajab sebagaimana berikut:

1. Puasa

Berpuasa di Bulan Rajab dilakukan selama 3 hari di awal bulan.

عن ابن عباس أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم  - قال: صيام أول يوم من رجب كفارة ثلاث سنين وصيام اليوم الثاني كفارة سنتين وصيام اليوم الثالث كفارة سنة ثم كل يوم كفارة شهر.

Artinya: “Diriwayatkan oleh ibnu abbas bahwa Rasulullah bersabda: puasa di hari pertama Bulan Rajab akan menghapus dosa (kecil) selama 30 tahun dan puasa di hari kedua Bulan Rajab akan menghapus dosa selama 60 tahun sedangkan puasa di hari ketiga Bulan Rajab akan menghapus dosa selama setahun penuh kemudian (puasa) setiap hari (setelah tiga hari) akan menghapus dosa selama sebulan”. (al-Hawi al-Kabir, hal. 474, juz. 3).

2. Perbanyak Doa

Dalam bulan ini dianjurkan memperbanyak doa: Allahumma Baariklana fii rajaba wa sya’baana wa ballignaa Ramadlan.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ: اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: “Diriwayatkan dari Anas bin Malik: ketika memasuki Bulan Rajab Rasulullah selalu berdoa: Ya Allah berkahilah kami di Bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikan kami pada bulan Ramadhan”. (Hilyatul Auliya’ wa Tabaqatul Ashfiya’, hal. 269, juz 6).

3. Membaca Istighfar

Membaca Sayyidul Istighfar di pagi dan sore hari dianjurkan dibulan ini, yaitu Allahumma Anta Rabbi lailaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas tato’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abuu laka bi ni’matika ‘alaiya wa abuu bi dzambi fagh firli fainnahu la yaghfirud dzunuba illa anta.

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. إِذَا قَالَ حِينَ يُمْسِي فَمَاتَ دَخَلَ الجَنَّةَ - أَوْ: كَانَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ - وَإِذَا قَالَ حِينَ يُصْبِحُ فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ مِثْلَهُ”

Artinya: “Diriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda: sayyidul istighfar: Allahumma Anta Rabbi lailaha illa anta khalaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas tata’tu abuu laka bi ni’matika ‘alaiya wa abuu laka bi dzambi fagh firli fainnahu la yaghfirud dzunuba illa anta a’udzubika min syarri ma shana’tu, ketika seorang hamba membawa doa tersebut di waktu sore, kemudian dia mati, maka dia akan masuk surga-termasuk penduduk surga-dan ketika dibaca di waktu pagi, kemudian dia mati, maka dia akan masuk surga”. (Shahih Bukhari, hal. 71, juz 8).

4. Membaca Tasbih

Membaca tasbih setiap hari berupa: Subhanal qaaimid daaim, subhanal hayyul qayyum, subhanal hayyul ladzi laa yamuutu, subhana Allahil ‘adimi wa bihamdihi, subbuhun quddus, rabbul malaikati war ruh, subhal ‘aliyil a’la, subhanahu wa ta’ala.

قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: «مَنْ قَالَ كُلَّ يَوْمٍ مَرَّة: سُبْحَانَ الْقَائِمِ الدَّائِمِ، سُبْحَانَ الْحَي الْقَيُّومِ، سُبْحَانَ الْحَي الَّذِي لاَ يَمُوتُ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ، سَبُّوحٌ قُدُّوسٌ، رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ، سُبْحَانَ الْعَلِي الأَعْلَىٰ، سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ، لَمُ يَمُتْ حَتَّى يَرَىٰ مَكَانَهُ مِنَ الْجَنَّةِ أَوْ يُرَىٰ لَهُ.

Artinya: “Rasulullah bersabda: barang siapa membaca (tasbih) setiap hari satu kaii berupa: Subhanal qaaimid daaim, subhanal hayyul qayyum, subhanal hayyul ladzi laa yamuutu, subhana Allahil ‘adimi wa bihamdihi, subbuhun quddus, rabbul malaikati war ruh, subhal ‘aliyil a’la, subhanahu wa ta’ala, Maka dia tidak akan mati sampai dia melihat tempatnya di surga atau dia diperlihatkannya (surga tersebut)”. (Jami’ul Masanid wa al-Marasil, hal. 319, juz. 7).

5. Membaca Ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah

Dianjurkan membaca lafadz Ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah sebanyak 35 kali, pada hari Jumat terakhir di Bulan Rajab.

ومن قرأ في آخر جمعة من رجب والخطيب على المنبر أحمد رسول اللـه محمد رسول اللـه خمساً وثلاثين مرة لا تنقطع الدراهم من يده تلك السنة

Artinya: “Barang siapa membaca Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah sebanyak 35 kali di Jumat terakhir Bulan Rajab, sedangkan khatib berada di mimbar, maka ditangannya tidak akan terputus dari beberapa dirham pada tahun itu (tidak terputus rezekinya)”. (Khalasatul Atsar fi A’yanil Qarni al-Hadi ‘Asyar).


$data['detail']->authorKontri->kontri

Musta’in Romli
Pengajar Ma'had Aly Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo


Editor:
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo