'Kamu Bersama yang Kamu Cinta' dan Pesan Imam Al-Bashri

'Kamu Bersama yang Kamu Cinta' dan Pesan Imam Al-Bashri

‌الْمَرْءُ ‌مَعَ ‌مَنْ ‌أَحَبَّ

Artinya:”Seseorang akan bersama (di akhirat) dengan orang yang dicintainya”

***

Arina.id - Hadits ini kerap disampaikan oleh para penceramah di berbagai majelis. Maksud mereka jelas, yaitu memotivasi jamaah agar mencintai para ulama dan orang-orang saleh, dengan harapan di akhirat kelak mereka bisa bersama di surga meski amalnya tidak banyak.

Namun, niat baik ini sering disalahpahami oleh sebagian jamaah. Alih-alih termotivasi untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh, mereka justru merasa cukup dengan sekadar mencintai ulama tanpa meneladani ibadah mereka.

Contohnya ada orang yang sering meninggalkan ibadah dan jarang beramal, tetapi tetap merasa tenang dengan berpegang pada hadits tersebut. Ketika ada orang lain menegurnya, ia kerap kali menimpali seraya santai berkata, “Yang penting saya cinta ulama, nanti juga saya kumpul sama mereka di surga. Allah kan Maha Pengasih, bro, santai saja.”

Lantas apa makna sesungguhnya hadits ”Seseorang akan bersama (di akhirat) dengan orang yang dicintainya?"

Ibnu Bathhal dalam kitabnya Syarah Sahih Bukhari menjelaskan bahwa sebab adanya hadits ini berawal dari seorang lelaki yang bertanya kepada Rasulullah SAW perihal kapan terjadinya kiamat. Rasulullah SAW meresponnya dengan balik bertanya “Apa yang sudah kamu persiapkan untuk menghadapi kiamat?" lelaki itu menjawab “Saya sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah SAW pun merespon dengan bersabda “Kamu akan bersama dengan orang yang kamu cintai."

أَنَّ رَجُلا سَأَلَ النَّبِى عليه السلام فَقَالَ: مَتَى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: (مَا أَعْدَدْتَ لَهَا) ؟ قَالَ: مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاةٍ وَلا صَوْمٍ وَلا صَدَقَةٍ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، قَالَ: (أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ)

Artinya: ”Seorang lelaki bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Kapan datangnya kiamat, wahai Rasulullah?"Nabi menjawab, “Apa yang telah kamu persiapkan untuknya?”Lelaki itu menjawab, “Saya tidak mempersiapkan banyak sholat, puasa, atau sedekah, tetapi saya mencintai Allah dan Rasul-Nya.”Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda, "Kamu akan bersama orang yang kamu cintai.” (Syarah Sahih Bukhari Ibni Batthal, (Riyadh; Maktabah Rusyd, 2002 juz 9 halaman 332)

Ulama menjelaskan hadits ini bahwa jika seseorang mencintai seorang hamba Allah karena Allah, maka Allah akan mengumpulkan orang tersebut dengan orang yang dicintainya di surga, meskipun ia mungkin kurang dalam amal ibadah. Dalam artian meskipun seseorang tidak dapat mencapai tingkat amal yang sama, niat dan kecintaannya kepada orang-orang saleh tetap membawa pahala dan kedudukan yang tinggi.

Kendati demikian, Imam Al Bashri memberi peringatan bahwa Hadits ini tidak berarti cukup dengan mencintai tanpa disertai amal. Para ulama yang dicintai adalah mereka yang menjalani hidup dengan penuh ibadah, amal saleh, dan perjuangan menegakkan ajaran Islam. Untuk bisa bersama mereka, kita pun harus menempuh jalan yang sama, yakni jalan ketaatan dan amal.

يَا ابْنَ آدَمَ لَا يَغُرَّنَّكَ قَوْلُ مَنْ يَقُولُ: ‌الْمَرْءُ ‌مَعَ ‌مَنْ ‌أَحَبَّ، فَإِنَّكَ لَنْ تُلْحِقَ الْأَبْرَارَ إِلَّا بِأَعْمَالِهِمْ، فَإِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى يُحِبُّونَ أَنْبِيَاءَهُمْ وَلَيْسُوا مَعَهُمْ.

Artinya: ”Wahai anak Adam, jangan sampai kamu terperdaya oleh ucapan orang yang mengatakan, “Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya,” karena kamu tidak akan bisa menyusul golongan orang-orang yang saleh kecuali dengan amal perbuatan mereka. Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani mencintai nabi-nabi mereka, tetapi mereka tidak bersama mereka.” (Ihya Ulumiddin,(Beirut: Dar Al Ma’rifah, juz 2 halaman 160)

Lebih lanjut Fudail bin Iyadh juga mengingatkan bahwa untuk bisa tinggal di surga Firdaus bersama nabi-nabi, orang-orang yang jujur (siddiq), syuhada, dan orang-orang saleh, kita harus membuktikan cinta kita dengan amal. Cinta yang tulus harus dibarengi dengan perjuangan untuk menjauhi hawa nafsu, mengendalikan amarah, menjaga hubungan silaturahmi, memaafkan kesalahan orang lain, dan melakukan banyak kebaikan karena Allah. 

وَقَالَ الْفُضَيْلُ فِي بَعْضِ كَلَامِهِ هَاهْ تُرِيدُ أَنْ تَسْكُنَ الْفِرْدَوْسَ وَتُجَاوِرَ الرَّحْمَٰنَ فِي دَارِهِ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ بِأَيِّ عَمَلٍ عَمِلْتَهُ بِأَيِّ شَهْوَةٍ تَرَكْتَهَا بِأَيِّ غَيْظٍ كَظَمْتَهُ بِأَيِّ رَحْمٍ قَاطَعْتَهَا وَصَلْتَهَا بِأَيِّ زَلَّةٍ لِأَخِيكَ غَفَرْتَهَا بِأَيِّ قَرِيبٍ بَاعَدْتَهُ فِي اللَّهِ بِأَيِّ بَعِيدٍ قَارَبْتَهُ فِي اللَّهِ

Artinya: ”Dalam beberapa nasehatnya, Al-Fudail berkata, “Apakah kamu ingin tinggal di surga Firdaus dan berada di sisi Allah bersama para nabi, orang-orang yang sangat benar (siddiq), para syuhada, dan orang-orang saleh? Dengan amal apa yang telah kamu lakukan? Dengan godaan apa yang telah kamu tinggalkan? Dengan amarah apa yang telah kamu tahan? Dengan silaturahmi apa yang telah kamu jaga? Dengan dosa apa yang telah kamu maafkan? Dengan orang dekat mana yang telah kamu jauhi karena Allah? Dengan orang jauh mana yang telah kamu dekati karena Allah?”(Ihya Ulumiddin,(Beirut: Dar Al Ma’rifah, juz 2 halaman 160)

Dengan demikian hadits “Seseorang akan bersama yang dicintainya” harus dipahami secara utuh dalam artian menjadi dorongan untuk meneladani amal orang-orang saleh, bukan sekadar alasan untuk bermalas-malasan. Cinta tanpa bukti berupa ibadah dan amal kebaikan hanyalah angan-angan kosong. Hal ini juga dipertegas oleh Imam Al-Bashri bahwa kita tidak bisa bersama orang-orang yang kita kagumi di akhirat kecuali dengan mengikuti jejak amal mereka.

Maka, jika kita benar-benar mencintai ulama atau orang-orang saleh, tunjukkan cinta itu dengan beramal dan meneladani jalan hidup mereka, memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan usaha nyata, insyaAllah cinta kita tidak hanya berbuah kebersamaan di dunia, tetapi juga di akhirat. Wallahu a’lam bis shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor:
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo