Arina.id - Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam yang penuh berkah dan keutamaan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam ini dengan ibadah, seperti sholat malam dan berdoa, serta berpuasa pada siang harinya.
Pada malam ini, Allah SWT memberikan ampunan kepada yang memohon, melapangkan rezeki bagi yang meminta, serta mengangkat musibah bagi yang bersabar. Keistimewaan ini menjadikan Nisfu Sya’ban sebagai momen penting bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak doa dan istighfar.
Hal ini sebagaimana dalam sabda Rasulullah:
عن أمير المؤمنين علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم: « إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا، فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ؟ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ؟ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ؟ أَلَا كَذَا؟ أَلَا كَذَا؟ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
Artinya: "Dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib RA, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka bangunlah (untuk beribadah) pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya. Karena sesungguhnya Allah turun pada malam itu, sejak matahari terbenam, ke langit dunia, lalu berfirman: ‘Adakah orang yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya? Adakah orang yang meminta rezeki, maka Aku akan memberinya rezeki? Adakah orang yang sedang ditimpa musibah, maka Aku akan memberinya kesembuhan?’ Demikianlah hingga terbit fajar.” [HR. Imam Ibnu Majah].
Selanjutnya, malam Nisfu Sya’ban juga dikenal sebagai malam pencatatan takdir tahunan. Dalam kitab Kanzun Najah, karya KH. Abdul Hamid Kudus, berpendapat bahwa pada malam ini, Allah menetapkan berbagai ketentuan hidup manusia untuk setahun ke depan, seperti rezeki, ajal, dan berbagai peristiwa kehidupan.
روي عن عطاء بن يسار رضي الله تعالى عنه قال: إذا كان ليلة النصف من شعبان نسخ ملك الموت عليه الصلاة والسلام كل من يموت من شعبان إلى شعبان، وإن الرجل ليَظلم ويفجُر وينكح النسوان ويغرس الأشجار، وقد نسخ اسمه من الأحياء إلى الأموات، وما من ليلة بعد ليلة القدر أفضل من ليلة النصف من شعبان. انتهى
Artinya: “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, Malaikat Maut mencatat nama-nama setiap orang yang akan wafat dari Sya’ban hingga Sya’ban berikutnya. Sungguh, seseorang bisa saja berbuat zalim, berbuat kefasikan, menikahi perempuan, dan menanam pepohonan, padahal namanya telah dipindahkan dari daftar orang-orang yang hidup ke daftar orang-orang yang mati. Dan tidak ada malam yang lebih utama setelah malam Lailatul Qadar selain malam Nisfu Sya’ban.” (Syekh Abdul Hamid, Kanzun Najah, [Beirut: Darul Jawi, 2009], halaman 152).
Anjuran Membaca Surah Ad-Dukhan di Malam Nisfu Sya’ban
Sejatinya, banyak amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam ini, salah satunya adalah membaca awal Surah Ad-Dukhan. Dalam kitab Kanzun Najah was Surur, KH. Abdul Hamid Kudus menjelaskan bahwa disunnahkan membaca awal Surah Ad-Dukhan sejak malam pertama bulan Sya’ban hingga malam Nisfu Sya’ban.
Membaca awal surah Ad-Dukhan ini dianjurkan dibaca sebanyak 15 kali setiap malam. Namun, khusus pada malam Nisfu Sya’ban, jumlahnya ditingkatkan menjadi 30 kali. Hal ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan membaca Surah Ad-Dukhan, terutama pada malam pertengahan bulan Sya’ban.
Adapun awal Surah Ad-Dukhan yang dianjurkan dibaca adalah ayat 1-8;
حٰمۤۚ ١ وَالْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۙ ٢ اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ٣ فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ ٤ اَمْرًا مِّنْ عِنْدِنَاۗ اِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَۖ ٥ رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُۗ ٦ رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۘ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ ٧ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۗ رَبُّكُمْ وَرَبُّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ ٨
Artinya: "Ḥā Mīm [1]. Demi Kitab (Al-Qur’an) yang jelas [2], Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan [3], Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah [4]. (Hal itu merupakan) urusan (yang besar) dari sisi Kami. Sesungguhnya Kamilah yang mengutus (para rasul) [5]. Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui [6]. yaitu Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya jika kamu orang-orang yang yakin [7]. Tidak ada tuhan selain Dia (yang) menghidupkan dan mematikan. (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu terdahulu [8]."
Dalam kitab Fawaid, Syekh Asy-Syarji, sebagaimana dikutip oleh KH. Abdul Hamid Kudus, menjelaskan bahwa siapa saja yang membaca bagian awal Surah Ad-Dukhan hingga firman Allah Ta’ala {الأولين} sebanyak 15 kali pada malam pertama bulan Sya’ban, lalu membacanya 30 kali pada malam Nisfu Sya’ban, kemudian berzikir, bershalawat, dan berdoa, maka doanya akan cepat dikabulkan.
Dengan demikian, membacanya secara istiqamah dan dibarengi dengan dzikir serta shalawat, seseorang dapat merasakan kedekatan dengan Allah SWT dan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya. Lebih dari itu, anjuran ini juga menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan pada malam-malam bulan Sya’ban, terutama setelah membaca Surah Ad-Dukhan, memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
قال الشرجي رحمه الله تعالى في فوائده: من قرأ أول سورة الدخان إلى قوله تعالى: {الأولين} في أول ليلة من شعبان خمس عشرة مرة إلى ليلة الخامس عشر ويقرؤها ثلاثين مرة، ثم يذكر الله تعالى ويصلي على النبي صلى الله تعالى عليه وسلم ويدعو بما أحبّ فإنه يرى تعجيل الإجابة فيها إن شاء الله تعالى.
Artinya: "Syekh Asy-Syarji rahimahullah berkata dalam kitab Fawaid-nya: Siapa saja membaca awal Surat Ad-Dukhan hingga firman Allah Ta’ala: {الأولين} sebanyak lima belas kali pada malam pertama bulan Sya’ban hingga malam kelima belas, lalu membacanya sebanyak tiga puluh kali, kemudian ia berzikir kepada Allah Ta’ala, bersalawat kepada Nabi SAW, dan berdoa dengan apa yang ia kehendaki, maka ia akan melihat percepatan terkabulnya doa tersebut, insya Allah Ta’ala."
Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim seyogianya mengamalkan bacaan Surah Ad-Dukhan, terutama pada malam Nisfu Sya’ban yang dikenal sebagai malam penuh rahmat dan pengampunan. Dengan amalan ini, diharapkan setiap Muslim dapat meraih keberkahan dan kian dekat diri kepada Allah Ta’ala. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor:


