Bersholawat dalam Sholat & Maksud Keluarga Nabi Ibrahim dalam Tasyahud

Bersholawat dalam Sholat & Maksud Keluarga Nabi Ibrahim dalam Tasyahud

Salah satu bentuk takdzim dan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad adalah membaca sholawat. Bersholawat kepada Nabi juga diperintahkan dalam Al-Qur'an yakni:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Innallaha wa malaaa`ikatahuu yushalluuna 'alan-nabiyy, yaa ayyuhallaziina aamanuu shalluu 'alaihi wa sallimuu tasliimaa

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (Qs. Ahzab: 56)

Bahkan bersholawat juga selalu dibaca saat tasyahud akhir dalam shalat. Bukan hanya kepada Nabi Muhammad, disunnahkan juga untuk membaca sholawat kepada keluarga Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Ibrahim. Hal ini berdasarkan keterangan dari Imam Al-Bajuri:

ﻭ ﺍﻟﺨﺎﻣﺲ ﻋﺸﺮ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻓﻴﻪ ﺍﻯ ﺍﻟﺠﻠﻮﺱ ﺍﻻﺧﻴﺮ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻔﺮﺍﻍ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺸﻬﺪ ﻭ ﺍﻗﻞ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻰ : ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ. ﻭﺍﺷﻌﺮ ﻛﻼ ﻡ ﺍﻟﻤﺼﻨﻒ ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻻﻝ ﻻ ﺗﺠﺐ ﻭ ﻫﻮ ﻛﺬﻟﻚ ﺑﻞ ﻫﻲ ﺳﻨﺔ

Artinya: "Rukun shalat kelimabelas adalah membaca sholawat kepada Nabi dalam tasyahud akhir, paling sedikitnya membaca: Allahumma Shalli Ala Muhammad. Redaksi dari mushannif ini memberi pengertian bahwa membaca sholawat kepada keluarga Nabi itu tidak wajib, hanya sebatas sunnah". (Al-Bajuri, 1/235)

Begitu pula dalam kitab Nihayatuz Zain: 

وأقلها اللَّهُمَّ صل على مُحَمَّد وَسن فِي تشهد (أخير صَلَاة على آله) صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وَلَا تسن فِي الأول لبنائه على التَّخْفِيف

Artinya: "Paling sedikitnya bacaan tasyahud adalah Allahumma Shalli ala Muhammadin, dan disunnahkan di tasyahud akhir membaca sholawat pada keluarga Nabi. Tidak disunnahkan di tasyahud awal, karena untuk memperingan." (Nihayatuz Zain 1/71)

Redaksi sholawat lengkapnya adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ (فِي رِوَايَةٍ: وَ بَارِكْ) عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Adapun yang dimaksud dengan keluarga Nabi Ibrahim dalam tasyahud sholat menurut Imam Sa'diy dalam tafsir Sa'diy adalah:

جاء في تفسير السعدي أن آل  إبراهيم هم الأنبياء الذين بعثوا من بعده لأنهم من ذريته ، ومنهم النبي  محمد عليه السلام. 

Artinya: "Sesungguhnya maksud Alu Ibrahim /keluarga Ibrahim adalah para Nabi yang diutus sesudahnya, sebab mereka merupakan keturunan Nabi Ibrahim, di antaranya adalah Nabi Muhammad."

Demikian pula tafsir Baghawi:

تفسير البغوي: جاء في تفسير  البغوي أن آل إبراهيم هو نفسه النبي إبراهيم ، وقيل : أن آل إبراهيم هم  إسماعيل وإسحاق ويعقوب والأسباط وأن محمداً عليه الصلاة والسلام من آل إبراهيم

Artinya: "Sesungguhnya maksud Alu Ibrahim/keluarga Nabi Ibrahim adalah Nabi Ibrahim sendiri, sebagian berpendapat, sesungguhnya keluarga Nabi Ibrahim adalah Ismail, Ishaq, Ya’kub, dan anak cucunya, dan sesungguhnya Nabi Muhammad termasuk keluarga Nabi Ibrahim."

Dari sini dapat dipahami bahwa maksud keluarga Nabi Ibrahim memiliki dua pengertian; Nabi Ibrahim secara personal sebab beliau adalah Nabi yang mendapat gelar Khalilullah (kekasih Allah), dan keturunan Nabi Ibrahim yang beriman serta mendapat risalah kenabian yang mencakup keturunan Nabi Ismail, Ishaq, Yakub hingga Nabi Muhammad. 


Editor:
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo