Dark
Light
Dark
Light

May Day 2025: 3 Hadits Bukti Islam Dukung Kesejahteraan Buruh

May Day 2025: 3 Hadits Bukti Islam Dukung Kesejahteraan Buruh

Arina.id - Buruh kerap dipandang sebelah mata. Seolah mereka hanyalah tokoh figuran dalam sebuah cerita. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, posisi buruh justru memiliki peran sentral yang sangat menentukan laju keberhasilan sebuah perusahaan atau bisnis.

Logikanya sederhana, salah satu faktor perusahaan bisa berkembang secara signifikan adalah para buruhnya diperlakukan dengan layak, dihormati martabatnya, dan dipenuhi hak-haknya. Ketika para buruh merasa dihargai dan diperlakukan adil, maka mereka akan bekerja dengan nyaman, profesional, dan penuh loyalitas. 

Sebaliknya, bila martabat dan hak-hak mereka diabaikan, bahkan diposisikan layaknya budak, maka cepat atau lambat produktivitas perusahaan akan menurun. Bisa jadi para buruh enggan bekerja maksimal, mengundurkan diri, bahkan menyuarakan citra buruk perusahaan kepada publik.

Karena itu, penting bagi siapa pun, terutama pemilik usaha dan pengambil kebijakan untuk menjalin hubungan yang adil dengan para buruh. 

Islam sendiri sejak 14 abad lalu telah menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan buruh. Berikut ini tiga hadits yang menjadi bukti bahwa Islam sangat menjunjung tinggi hak dan kesejahteraan buruh.

Pertama, hadits riwayat Imam Bukhari tentang 3 pemuda yang terjebak di dalam goa. Hadits ini mengisahkan tentang tiga pemuda yang terjebak di dalam sebuah goa akibat tertutupnya mulut goa oleh batu besar. Mereka pun berdoa kepada Allah agar batu tersebut dapat bergeser dan jalan keluar terbuka dengan bertawasul dengan amal kebaikan yang telah mereka buat. 

Salah satu pemuda ada yang bertawasul dengan amal baiknya yang telah memperlakukan pekerjanya dengan baik memberi upah secara adil bahkan ia sempat mengembangkan upah pekerjanya yang tak diambil, lantas ia berikan kepada pekerja tersebut tanpa dikurangi sedikitpun. Lantas ia pun bertawasul dengan amal baik itu seraya berdoa berikut:

اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ 

Artinya: “Ya Allah, jika aku lakukan semua itu (membayar pekerjanya dengan adil) karena berharap ridha-Mu, maka bebaskanlah aku dari apa yang aku alami ini.” 

Walhasil batu besar yang menutup goa pun bergesar hingga terbuka. Hadits ini menunjukkan bahwa Allah memberi apresiasi besar kepada orang yang memperlakukan pekerjanya dengan baik.

Kedua, hadits yang disampaikan Ibrahim An Nakhai, bahwa Rasulullah SAW memuliakan buruh dengan melarang memperkerjakan buruh kecuali telah menjelaskan besaran upahnya. 

أنَّ النبيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ اسْتِئْجَارِ الأَجِيْرِ حَتَّى يَتَبَيَّنَ أَجْرَهُ

Artinya: ”Bahwa Nabi SAW melarang mempekerjakan seorang pekerja (buruh) sebelum menjelaskan terlebih dahulu upahnya.”

Ketiga, hadits yang cukup viral didengar hadits yang cukup sering didengar umat Islam tentang pentingnya membayar upah pekerja tepat waktu. 

Dalam hadits itu, Nabi menggambarkan betapa cepatnya upah harus diberikan, yaitu “sebelum keringatnya kering.” Artinya, setelah pekerja selesai bekerja, jangan ditunda-tunda untuk memberi upahnya. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai jerih payah orang yang bekerja.

أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ رَشْحُهُ

Artinya: ”Bayarlah upah pekerja sebelum kering keringatnya.”(HR. Ibnu Majah)

Dari beberapa hadits yang telah disebutkan, jelas bahwa Islam sangat menjunjung tinggi hak dan martabat para buruh. Momen May Day (Hari Buruh) 2025 ini seharusnya menjadi bahan refleksi bagi para pemilik usaha untuk kembali mengevaluasi cara mereka memperlakukan pekerja. Mulai dari pemberian upah yang layak, tepat waktu, hingga sikap yang adil dan manusiawi.

Memuliakan buruh disamping mendapat ganjaran besar dari Allah, juga menjadi kunci keberhasilan dan keberlangsungan sebuah usaha. Buruh yang diperlakukan dengan baik akan bekerja dengan hati dan loyalitas, menciptakan hubungan kerja yang saling menguntungkan. Wallahu a’lam bish shawab


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo