Dark
Light
Dark
Light

Belajar dari Rasulullah yang Beristighfar 100 Kali Sehari

Belajar dari Rasulullah yang Beristighfar 100 Kali Sehari

Arina.id - Ada satu doa yang jika dibaca dan diperhatikan maknanya, akan membuat kita berhenti sejenak dan merenung. Doa ini mengingatkan bahwa dalam keseharian, kita tidak pernah benar-benar luput dari dosa, baik yang disengaja maupun yang tidak kita sadari.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي

Artinya: ”Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, sikap berlebihanku dalam urusanku, dan dosa yang Engkau lebih tahu daripada aku sendiri.”

Perhatikan, dalam redaksi ini terdapat makna “dosa yang Engkau lebih ketahui dariku.” Kalimat ini menyadarkan kita bahwa ada sebuah dosa yang tidak kita sadari. Kita cenderung hanya bertobat ketika merasa telah berbuat salah.

Padahal, bisa jadi ada banyak kesalahan yang kita lakukan tanpa kita sadari baik itu ucapan, sikap, atau keputusan yang menurut kita sudah baik, tetapi ternyata tidak diridhai oleh-Nya. Sesuatu yang tampak benar di mata manusia, belum tentu benar di sisi Allah.

Karena itulah, penting bagi kita untuk senantiasa memohon ampun kepada Allah setiap hari, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Padahal, beliau adalah seorang hamba yang sudah diberi predikat ma‘shūm, yakni dijaga oleh Allah dari perbuatan dosa, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.

Jika Rasulullah SAW yang tidak memiliki dosa saja begitu sering beristighfar, tentu kita yang penuh dengan kekhilafan jauh lebih membutuhkan ampunan. Sudah seharusnya kita meneladani beliau dalam hal ini. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang paling banyak beristighfar.

Dalam salah satu riwayat disebutkan, beliau memohon ampun kepada Allah sebanyak 70 kali dalam sehari.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ ٱللَّهِ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:وَٱللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ ٱللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي ٱلْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً. رَوَاهُ ٱلْبُخَارِيّ 

Artinya: ”Dari Abu Hurairah RA ia berkata:”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah, sungguh aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Imam Bukhari)

Lebih dari itu Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits bahwa Rasulullah SAW membaca istighfar sebanyak seratus kali dalam sehari.

عَنْ ٱلْأَغَرِّ ٱلْمُزَنِيِّ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ ٱللَّهِ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَىٰ قَلْبِي، وَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ ٱللَّهَ فِي ٱلْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ رَوَاهُ مُسْلِم 

Artinya: ”Dari al-Aghar al-Muzani RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya hatiku tidak pernah lalai dari zikir kepada Allah dan aku benar-benar memohon ampun kepada Allah seratus kali dalam sehari.” (HR. Imam Muslim)

Pada akhirnya kita perlu bahkan harus melihat dan meneladani kepribadian dan keseharian Rasulullah SAW, yakni dengan banyak meminta ampun dengan cara membaca istighfar. Dengan begitu kita tidak menganggap remeh dosa yang telah dilakukan selalu waspada dan penuh kehati-hatian. 

Sebab ketika seseorang telah terbiasa melakukan dosa-dosa kecil dan tidak segera bertaubat, suatu saat dikhawatirkan ia tidak lagi sungkan untuk melakukan dosa besar. Wallahu a’lam bish shawab. 


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo