Dark
Light
Dark
Light

Merah-Putih dalam Hadits Nabi: Simbol Kejayaan dan Peringatan

Merah-Putih dalam Hadits Nabi: Simbol Kejayaan dan Peringatan

Arina.id - Bendera Indonesia yang berwarna merah putih, menyimpan makna filosofis mendalam. Warna merah melambangkan keberanian dan semangat perjuangan, sedangkan putih menggambarkan keikhlasan dan kesucian hati. Perpaduan keduanya bermakna perjuangan yang tulus ikhlas dalam membela tanah air hingga titik darah penghabisan.

Menariknya, pemilihan warna merah-putih ini sesuai dengan sebuah hadits Nabi Muhammad:

عَنْ ثَوْبَانَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى زَوَى لِي الْأَرْضَ حَتَّى رَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَأَعْطَانِي الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ

Artinya: "Diriwayatkan dari Tsauban, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah mengumpulkan bumi untukku sehingga aku bisa melihat (kejayaan Islam) di Timur dan Barat. Dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah ditampakkan untukku. Aku diberi dua harta simpanan: Merah dan Putih." (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi)

Penjelasan hadits ini diuraikan dalam kitab Aunul Ma'bud:

الْأَحْمَر وَالْأَبْيَض: أَيْ الذَّهَب وَالْفِضَّة . وَفِي النِّهَايَة فَالْأَحْمَر مُلْك الشَّام وَالْأَبْيَض مُلْك فَارِس ، وَإِنَّمَا قَالَ لِفَارِس الْأَبْيَض لِبَيَاضِ أَلْوَانهمْ وَلِأَنَّ الْغَالِب عَلَى أَمْوَالهمْ الْفِضَّة ، كَمَا أَنَّ الْغَالِب عَلَى أَلْوَان أَهْل الشَّام الْحُمْرَة وَعَلَى أَمْوَالهمْ الذَّهَب اِنْتَهَى . قَالَ النَّوَوِيّ : الْمُرَاد بِالْكَنْزَيْنِ الذَّهَب وَالْفِضَّة ، وَالْمُرَاد كَنْز كِسْرَى وَقَيْصَر مَلِكَيْ الْعِرَاق وَالشَّام

Artinya: "Merah dan putih maksudnya adalah emas dan perak. Dalam kitab Al-Nihayah: merah adalah kerajaan Syam, putih adalah kerajaan Persia. Persia disebut putih karena putihnya warna kulit mereka dan mata uang mereka adalah perak. Begitu juga penduduk Syam yang umumnya warna kulitnya merah, mata uang mereka adalah emas. Imam Nawawi berkata : Maksud merah dan putih adalah emas dan perak. Sedangkan maksud harta simpanan Kisra dan Kaisar yaitu dua kerajaan Irak dan Syam."

Keterangan dalam Aunul Ma’bud pun dilanjutkan:

قَالَ النَّوَوِيّ : فِيهِ إِشَارَة إِلَى أَنَّ مُلْك هَذِهِ الْأُمَّة يَكُون مُعْظَم اِمْتِدَاده فِي جِهَتَيْ الْمَشْرِق وَالْمَغْرِب 

Artinya: "Imam Nawawi berkata, bahwa hadits ini memberikan isyarat sesungguhnya kerajaan umat Islam akan mencapai kejayaan, terbentang di Timur dan Barat." 

Secara harfiah, warna merah dan putih merujuk pada emas dan perak. Sedangkan secara simbolis, warna merah melambangkan Kerajaan Syam. Kemudian warna putih melambangkan Kerajaan Persia. Selain itu, hadits ini menjadi isyarat bahwa kekuasaan dan kejayaan umat Islam akan terbentang luas dari Timur hingga ke Barat.

Merah Putih: Simbol Kejayaan sekaligus Peringatan

Hadits ini sangat identik bila dikaitkan dengan warna bendera merah putih negara Indonesia. Warna merah-putih dalam konteks ini melambangkan kejayaan, kemakmuran, kesuburan, dan kemenangan.

Namun, kejayaan yang diisyaratkan oleh merah-putih tersebut sebenarnya bukanlah akhir perjuangan. Hadits tersebut memiliki kelanjutan penting, di mana Nabi Muhammad memohon kepada Allah untuk umatnya. Berikut lanjutan redaksi haditsnya:

وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَإِنَّ رَبِّي قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لَا يُرَدُّ وَإِنِّي أَعْطَيْتُكَ لِأُمَّتِكَ أَنْ لَا أُهْلِكَهُمْ بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ يَسْتَبِيحُ بَيْضَتَهُمْ وَلَوْ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مَنْ بِأَقْطَارِهَا أَوْ قَالَ مَنْ بَيْنَ أَقْطَارِهَا حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا وَيَسْبِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا

Artinya: "Dan sesungguhnya aku meminta kepada Allah agar tidak membinasakan umatku dengan kekeringan yang parah, dan Allah tidak memberi kuasa musuh untuk menguasai umatku selain diri mereka sendiri, sehingga menyerang perkumpulan mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah berfirman, “Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menentukan takdir tidak bisa diubah, sesungguhnya Aku memberikan untuk umatmu agar mereka tidak dibinasakan oleh kekeringan parah dan Aku tidak akan memberi kuasa musuh untuk menyerang mereka (umatmu) selain diri mereka sendiri, lalu mereka menyerang perkumpulan mereka sendiri, walaupun musuh mengepung dari segala penjurunya, hingga akhirnya sebagian dari mereka (umatmu) membinasakan sebagian lainnya dan saling menawan satu sama lain." (HR. Muslim no. 2889)

Kesimpulannya, warna merah putih tidak hanya sebagai simbol perjuangan dan kejayaan saja, akan tetapi juga peringatan keras akan ada ujian besar yang menanti, yaitu konflik dan perpecahan internal.

Bendera merah putih, dalam perspektif ini, mengingatkan akan cita-cita kejayaan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga persatuan. Khususnya merawat persatuan Indonesia, agar tidak mudah tercerai berai dan tenggelam dalam konflik internal. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo