Dark
Light
Dark
Light

Arif Khilwa, Guru yang Menginspirasi Siswa Pati dengan Tulisan dan Karya

Arif Khilwa, Guru yang Menginspirasi Siswa Pati dengan Tulisan dan Karya

Pagi itu awal Oktober 2025, langit tampak cerah, waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 WIB. Arif Sutoyo tampak tergesa-gesa berangkat ke sebuah madrasah, tempat ia mengajar. Naik vespa jadulnya, Arif melaju di jalan yang mulai ramai. Hanya butuh waktu 5 menit untuk sampai ke madrasah itu.

Sesampai di ruang kelas, dia begitu bersemangat memberikan pemahaman pada murid-muridnya. Bukan hanya soal pelajaran, tapi juga tentang nilai-nilai kehidupan, karakter, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan mereka.

Dengan pendekatan yang santun dan komunikatif, dia membuat materi pelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Sehingga murid-muridnya merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar lebih giat lagi.

Pria yang mempunyai nama pena Arif Khilwa ini merupakan seorang Guru Sosiologi di Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen Pati. Sejak tahun 2006 dirinya menjadi tenaga pendidik di madrasah yang terletak dekat makam waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin itu.

Arif adalah sosok yang sangat dekat dengan para murid, baik di kelas maupun di luar sekolah. Ia mempunyai prinsip bahwa guru tidak hanya mampu memotivasi, namun juga harus bisa menginspirasi.

"Saya juga menerapkan pada diri sendiri bahwa contoh yang baik adalah dengan perbuatan. Maka ketika aku mulai resah dengan menurunnya minat baca dan tulis para peserta didik, saya mulai melakukan tindakan terapan. Yang saya lakukan tidak hanya memberitahu mereka akan pentingnya litearsi baca tulis, namun juga memberi contoh dengan menghasilkan karya-karya tulis dan karya seni,” kata pria kelahiran 20 Agustus 1981 ini.

Aktif dalam Menulis
Memang, karya-karya Arif cukup banyak. Ia cukup aktif dalam kegiatan kepenulisan, kesenian, dan juga komunitas dengan bidang yang sama. 

Karya-karya tulisnya telah terdokumentasi dalam buku-buku maupun pemuatan di media massa baik cetak maupun online. Pada tahun 2018 silam, dirinya menulis buku kumpulan puisi tunggal dengan judul Wajah Negeri. Lalu pada tahun 2024 dia menulis buku kumpulan cerpen dengan judul Jabrik. 

Selain menghasilkan karya tunggal, Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat di MA Salafiyah Kajen ini juga menulis dalam 20 buku antologi bersama. Antologi yang ia ikut terlibat baik berupa puisi, esai, geguritan, maupun naskah drama hasil kolaborasi dengan para penulis lainnya.

Adapun karya-karya antologi bersamanya antara lain Kumpulan Geguritan Anggara Kasih 7 Wanita Utama (Nomina Ide Karya, Surakarta, 2022), Antologi Esai Guru Jawa Tengah (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2020), Antologi Cerpen Guru Jawa Tengah (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2019), hingga Kumpulan Drama Dari Cempurung ke Sunan Panggung (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2018).

"Ada juga tulisan esai saya dengan judul Pentingnya Literasi Baca Tulis untuk Generasi Muda yang membuat saya terpilih oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah untuk turut serta mengikuti Bimbingan Teknis Instruktur Baca-Tulis Nasional yang diselenggarkan oleh Badan Pengembang dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta 8 – 14 April 2019 lalu," cerita Arif.

Dalam acara tersebut, setiap provinsi diwakilkan oleh tiga orang yang berasal dari satu perwakilan guru, satu perwakilan komunitas, dan satu dari penyuluh Bahasa. "Saat itu saya terpilih menjadi wakil dari guru Jawa Tengah,” tutur Arif sembari tersenyum.

Melibatkan Diri di Teater dan Film Pendek
Untuk lebih memberikan inspirasi kepada para peserta didik, Arif juga melibatkan diri dalam proses pembuatan film pendek. Di antaranya sebagai aktor dalam film Jogo Santri, produksi Santri Kreatif MA Salafiyah Kajen pada tahun 2020.

Selain itu, ia juga pernah menjadi sutradara, penulis skenario, sekaligus aktor dalam film Surat Balasan, produksi Teater Aliyah Salafiyah (Teasa) pada tahun 2015. 

"Saya juga pernah menjadi aktor teater dalam naskah Keranjang, Soor dan Widji bersama Teater Minatani. Lalu aktif mengisi acara untuk membaca puisi di beberapa kegiatan komunitas maupun instansi pemerintahan," sebut pria yang tinggal di Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso, Pati ini.

Bagi Arif, perjalanan untuk mencapai tujuan hidup adalah menjadi manusia yang berguna untuk manusia lain. Maka dirinya akan terus bergerak dalam menebar manfaat.

"Kebermanfaatan diri tidak hanya untuk para peserta didik saya saja, namun juga untuk masyarakat sekitar. Langkah nyata yang bisa saya lakukan adalah dengan menjadi narasumber dalam beberapa acara," ujarnya.

Ia pun tercatat mengisi berbagai kegiatan. Antara lain menjadi narasumber dalam Diskusi Proses Kreatif Kepenulisan dan Bedah Buku, pada 9 November 2024 di Unisnu Jepara. Kemudian, narasumber Diskusi dan Bedah Buku dengan tema ‘Santri Bertanya Sastrawan Menjawab’, pada 26 oktober 2024 di Politeknik Balekambang Jepara.

"Beberapa kali saya mengisi seminar-seminar baik di Kabupaten Pati maupun di luar kota,” terang dia.

Prestasi 
Berbicara soal prestasi Arif  tercatat pernah meraih dua hasil dalam perlombaan, yaitu Juara III kategori Guru Madrasah Aliyah dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Guru Madrasah tingkat Kabupaten Pati tahun 2019.

Saat itu dia menulis dengan judul Dekonstruksi Pembelajaran Mata Pelajaran Sosiologi melalui Cerita Pendek dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XII Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen.

Kemudian, ia menjadi pemenang harapan Sayembara Penulisan Cerpen bagi Guru Jawa Tengah 2019 yang diselenggarkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Saat itu ia menulis cerpen dengan judul Tuyul Pilkades.

"Melalui aktivitas yang aku lakukan di bidang kepenulisan dan kesenian, aku yakin mampu menjadi inspirasi para peserta didik MA Salafiyah Kajen. Aku sangat yakin karena dalam madrasah kami, literasi baca dan tulis juga sudah membudaya di peserta didik,” tutur dia.

Pria yang juga menjadi Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati ini memang tak ada henti-hentinya dalam memberikan motivasi kepada siswanya.

Hasilnya, sejumlah muridnya bisa menorehkan prestasi, baik dalam lomba karya tulis ilmiah, lomba menulis esai, serta lomba membaca maupun menulis puisi. 

"Bahkan telah lahir beberapa buku karya murid-murid saya yaitu Buku Antologi Puisi Santri Kajen Tolak Korupsi, buku kumpulan esai Dari Mata Perempuan, buku kumpulan kritik novel Sastra dalam Lipatan Sarung, dan buku kumpulan cerpen Kata Kita. Selain itu anak didik saya melalui kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik rutin menerbitkan majalah madrasah dengan nama Et-Diversity,” beber dia.

Langkah positif yang dilakukan Arif merupakan contoh nyata bagaimana seorang pendidik dapat menjadi teladan bagi murid-muridnya.

Dengan dedikasi dan semangatnya, Arif menunjukkan bahwa menjadi guru bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang membentuk karakter dan inspirasi bagi generasi muda. 

Arief berharap lebih banyak guru dapat mengikuti jejaknya, sehingga pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih baik dan bermakna. Dengan demikian, murid-murid dapat tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki semangat untuk terus belajar.

Artikel ini persembahan Arina.id dan Kementerian Agama.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo